Sunday, 26 January 2014

Say Hi to Surabaya!

Hey guys! Long time no posts from me? Someone missing me? LOL XD
Okay I'm gonna tell you something about my new life. My life in new place that I have never been before. Today is the third week I live in Surabaya, the second biggest city in Indonesia in East Java. Actually I wanna post something directly I arrived in Surabaya in Jan 5th. But I was too busy that time, even I haven't got to school. So many things that I should prepare here. And finally today I have the time.
Soo..I'm gonna tell you about the place first. I love this place! Even though sometimes it is hot here, but there are many trees that make you still can breath well and enjoying the oxygen. So different in Jakarta. Besides I love the society either. They are all so friendly~ but unfortunately I can't enjoy my happiness so much because I still miss my mom and my lil sister, and my brother. Yeah..no one cook me as delicious as my mom did. My mom is the only person who knows my taste of food. And it is often for me to cry because of missing my mom. 
And about school, everything just runs as well as it has to be. But surprising, I just can't imagine that the school I attend is so different from my expectations. They are so friendly, kind, and helpful. But missing my bestfriends is one of the hardest part in my life. I used to study together with my bestfriends, teach them something, learn many things, know new things together, and do silly things together, but now, I have to adapt with new friends that are actually almost same as my friends in Jakarta, but how could I trust them and share many things to them as I shared everything to my bestfriends in Jakarta? It's not hard for me to socialize with new friends, new buddies, or kinds of that. But hard for me to trust something or someone that even myself can't make sure that they can be trusted until they trust me first. 
The teachers here are also kind and smarts, but yeah..I can't explain much about them. I still miss my Jakarta's memories. I wanna phone all my buddies and share all my stories here. I miss my besties in my class, Monica and Stevanus, my social class bestie, Putri, my senior besties, Ci Tania, Ci Stella, Ci Petty, and many more, my alumni bestie, Ko Gerry, my junior bestie, Ica and Pinna; and my crazy bestie from other school, Jason; and all my silly crazy friends.. Do they miss me back? ('._.')
I miss you guys.. I just wanna hug them and say I really miss them..

Thursday, 21 November 2013

Nilai Hidupku

Makna kehidupan bagi setiap orang pastilah berbeda-beda. Ada yang menilai kehidupan sebagai suatu anugerah yang diberikan oleh Tuhan untuk manusia, sehingga manusia itu sangat menghargai kehidupannya. Ada juga yang menilai kehidupannya biasa saja, tidak ada makna sendiri yang berkesan dalam hidupnya. Sehingga mereka pun menjalani hidupnya secara biasa sesuai dengan rutinitas yang ada, atau sesuai apa yang ingin orang lain lakukan untuk kita. Bahkan ada orang yang menganggap hidup mereka tidak berarti sehingga orang tersebut memiliki keinginan untuk menghancurkan hidupnya dengan berbagai cara, bahkan langsung mengakhiri hidupnya. 

Saya bukanlah orang penting yang dikenal oleh banyak orang di seluruh penjuru daerah. Saya juga bukanlah orang yang sangat baik hati atau murah hati yang dikenal oleh semua orang sebagai seorang tokoh terkenal yang sering membantu sesame. Saya juga bukan keturunan darah biru atau bangsawan. Saya juga bukan anak seorang pejabat tinggi atau orang penting. Saya sama dengan yang lainnya. Saya hanya seorang anak manusia yang lahir di keluarga sederhana. Tidak jauh berbeda dengan teman-teman saya yang lainnya. Tak jarang saya meremehkan diri saya sendiri dengan keadaan diri saya sendiri. Tak jarang satya mengeluh dan menggerutu akan kekurangan yang saya miliki. Namun tak jarang juga saya mensyukuri apa yang masih menjadi milik saya. 

Ada kalanya seseorang berada dalam posisi jaya-nya, dan ada kalanya seseorang berada dalam posisi terpuruknya. Hidup ini layaknya sebuah roda yang berputar. Kita tidak harus selalu berada di atas, dan kita juga tidak boleh selalu berada dalam posisi bawah. Suatu kali, saaat saya masih duduk di bangku kelas III SMP, dan saat itu saya sedang mempersiapkan diri saya untuk mengikuti Ujian Nasional. Saya mengalami banyak kesulitan dalam pelajaran Bahasa Indonesia. Saya sudah berusaha sekuat tenaga untuk mempelajari pelajaran tersebut, namun tetap saja saya gagal dalam pelajaran itu. Sampaisetelah beberapa kali saya mengikuti Try Out dan terus saja gagal, saya pun harus mengikuti Ujian Sekolah dan nilai tersebut tercantum di ijazah. Sialnya saya tetap tidak lolos dalam pelajaran itu. Saya merasa diri saya sungguh bodoh. Teman-teman menertawakan saya, dan akhirnya saya pun mengalami tekanan sehingga saya menangis karena kecewa dan sedih atas hasil yang telah saya dapatkan. Saat saya sedang menangis, guru Bahasa Inggris saya pun menasehati saya dengan sebuah kalimat yang menegunkan hati saya, “Kamu tidak harus selalu menjadi yang terbaik, yang terpenting kamu selalu berusaha menjadi yang lebih baik.” Dalam sekejap saya pun berhenti menangis dan memeluknya dengan erat. Sejak saat itu saya semakin giat dalam belajar dan pada akhirnya saya lolos dalam pelajaran itu. 

Nilai yang dapat diambil dari kisah diatas adalah, kita boleh saja jika memiliki keinginan untuk menjadi yang terbaik, tetapi kita harus ingat bahwa diatas langitada langit dan dibawah tanah ada lapisan tanah lainnya. Saat kita merasa sudah mampu, kita harus bersyukur kepada Tuhan atas segala kecerdasan dan berkat yang Ia berikan untuk kita. Dan disaat kita merasa kita sedang terpuruk atau jatuh, kita harus ingat bahwa kita harus tetap bersyukur kepada Tuhan karena kita diberi waktu untuk memperbaiki kembali kesalahan kita dan mengetahuinya sehingga kita tidak akan mengulanginya lagi.

Kalau kita mengisi kehidupan ini dengan menggerutu, mengeluh, dan pesimis, tentu kita menjalani hidup ini (dengan) terasa terbeban dan saat tidak mampu lagi menahan akan memungkinkan kita mengambil jalan pintas yaitu bunuh diri. Sebaliknya, kalau kita mampu menyadari sebenarnya kehidupan ini begitu indah dan menggairahkan, tentu kita akan menghargai kehidupan ini. Kita akan mengisi kehidupan kita, setiap hari penuh dengan optimisme, penuh harapan dan cita-cita yang diperjuangkan, serta mampu bergaul dengan manusia-manusia lainnya.

Ada kalanya seseorang merasa ingin dihargai. Begitupun dengan saya. Namun terkadang saya merasa keegoisan hati saya sangat mengganggu. Saya selalu ingin menjadi yang utama dalam segala hal. Saya selalu merasa diri saya mampu melakukan banyak hal. Dan saya juga merupakan tipe orang yang tidak bisa tinggal diam jika ada masalah yang datang. Saya mengikuti beberapa organisasi sejak saya duduk di bangku SMP, tak jarang juga saya menjadi ketua kelompok dari berbagai project, dan ikut serta dalam berbeagai jenis perlombaan sesuai dengan kemampuan saya, bahkan sejak saya menjabat menjadi Wakil Ketua Osis hingga sekarang setelah saya lengser, saya juga masih memegang beberapa project besar dan tanggung jawab yang lain dan berperan aktif dalam beberapa kegiatan. Namun saya melupakan suatu hal ketika saya memutuskan untuk melakukan suatu hal. Saya melewatkan sebuah bagian dimana saya harus merefleksikan apakah saya mampu untuk memegang segala hal, apakah saya mampu untuk menggerakkan orang-orang yang satu visi dan misi, atau bahkan orang yang bahkan tidak tertarik dalam melakukan sesuatu bersama saya. Saya juga berpikir apakah saya mampu untuk melakukan sesuatu dengan maksimal terhadap suatu hal yang tidak saya sukai. Yang saya pikirkan hanyalah bagaimana menyenangkan hati seseorang, bagaimana membuat orang lain bangga terhadap apa yang telah saya capai, dan bagaimana membuat pandangan orang lain terhadap saya baik. 

Pada awalnya saya menjalankan hari-hari saya seperti biasa, mengikuti segala organisasi yang saya minati dengan biasa, dan terus belajar karena saya tidak memiliki pengalaman khusus dalam berorganisasi. Saya banyak belajar dari orang-orang yang selalu membantu saya hingga pada akhirnya saya pun dapat menyelesaikan segalanya dengan kemampuan yang saya miliki. 

Pada awalnya saya bangga dengan segala apa yang telah saya capai. Sebelum saya merasa bosan untuk menjadi yang utama dimanapun saya berada. Hingga pada akhirnya titik jenuh itu membuat saya menjadi semakin tertekan dengan berbagai beban pekerjaan dan segala deadline yang menunggu saya. Hingga pada akhirnya saya mengalami tekanan tersendiri dalam hidup saya dan bahkan membuat saya menjadi sensitive dan emosional, juga moody.

Sejak saat itu saya memutuskan untuk mengenal kemampuan diri saya sendiri. Saya kemudian teringat kembali dengan perkataan guru saya saat saya menangis di bangku SMP dulu. Saya ingat dengan jelas kalimat yang dilontarkan oleh dirinya. Dan kini saya pun sadar akan suatu hal. Saya hanya perlu menjadi lebih baik setiap harinya, saya tidak perlu menjadi yang terbaik, karena yang terbaik dapat digantikan. Tetapi jika kita terus berusaha menjadi lebih baik setiap harinya, kita akan menjadi pribadi yang lebih baik sesuai dengan apa yang Tuhan inginkan dalam hidup kita. Tuhan ingin kita sebagai umatNya mencerminkan nilai-nilai, sikap, dan norma-norma agama sesuai dengan standard Tuhan. Baik dalam ucapan, pikiran, dan tindakan yang kita lakukan setiap harinya.

Manusia tak pernah luput dari dosa. Manusia tidak ada yang sempurna. Manusia tak ada yang hidup kekal. Manusia tak ada yang tidak pernah berbuat salah. Tetapi manusia yang baik dan berkenan di mata Tuhan adalah manusia-manusia yang berdosa, yang sadar akan kesalahan yang diperbuatnya, yang tahu bahwa ia tidak sempurna, dan butuh pertolongan dan karunia, juga kasih Tuhan dalam menjalankan hidupnya. Itulah seharusnya seseorang menjadi.

Saturday, 2 November 2013

Being Loved

Jadi ceritanya gua lagi iseng test "Love Language" gara-gara ide temen gua yang nyoba test ini juga. Jadi gua juga penasaran dan dia juga nyaranin gua buat coba. Akhirnya gua pun mencoba nya. Dan setelah gua coba gua mendapatkan dua hasil dengan poin yang sama, yaitu gua merasa lebih being loved dengan orang yang menyempatkan diri untuk gua, baik untuk meluangkan waktu buat gua maupun orang yang membantu gua dengan pekerjaan-pekerjaan gua. Dan begitupun juga gua. Gua rasa test ini cukup akurat dan gua memang begitu anaknya. Awalnya gua iseng dan test sekali lagi. Hasilnya ga beda jauh, cuma beda satu poin antara quality time dan act of services. Dan ini semakin meyakinkan diri gua.
Menurut gua, dengan sempatnya seseorang untuk meluangkan waktu nya buat gua, apalagi orang itu adalah orang yang sibuk dengan berbagai kegiatan dia tapi tetap menyempatkan waktu untuk gua, gua merasa special atau didahulukan setidaknya orang itu menganggap gua ada, ga sekedar cuma sebagai teman biasa aja. Itu yang membuat gua semakin merasa dicintai. Apalagi kalau orang itu mau membantu segala pekerjaan gua. Gausah segalanya, beberapa aja udah bersyukur banget. Tanda nya orang itu peduli dan sayang sama gua. Makanya dia mau membantu gua. ><)v
Dan gua udah punya orang-orang semacam itu :3 dan gua sayang banget sama mereka><

Quality Time

In Quality Time, nothing says “I love you” like full, undivided attention. Being there for this type of person is critical, but really being there—with the TV off, fork and knife down, and all chores and tasks on standby—makes you feel truly special and loved. Distractions, postponed activities, or the failure to listen can be especially hurtful. Whether itʼs spending uninterrupted time talking with someone else or doing activities
together, you deepen your connection with others through sharing time.

Acts of Service

Can helping with homework really
be an expression of love? Absolutely!
Anything you do to ease the burden of 

responsibilities weighing on an 
“Acts of Service” person will speak
volumes. The words he or she most 
wants to hear: “Let me do that for you.” 
Laziness, broken commitments, and 
making more work for them tell speakers
of this language their feelings don’t matter. 
When others serve you out of love 
(and not obligation), you feel truly valued and loved.

Sunday, 27 October 2013

Kenangan Terindah

This song. Reminds me everything.
Ya mau gimana lagi..saat takdir sudah menuliskan apa yang harus kita hadapi. Apa yang harus kita lakukan dan apa yang akan kita dapatkan. Kita tidak dapat menolaknya. Kita harus bisa menahan segala hal yang kita inginkan dan melawan takdir. Ketika kita harus berpisah. Ketika kita harus bertemu. Ketika kita harus bersama dan ketika kita harus berhenti. 
Semua itu sudah diatur oleh Tuhan dan suratan takdir. Diatur sesuai dengan RencanaNya agar menjadi yang terbaik untuk kita. Ketika kita harus berpisah dan meninggalkan sahabat sahabat dan orang yang kita sayang. Ketika kita harus memisahkan diri dari orang yang penting dan berharga dalam hidup kita. Ketika segala sesuatunya dipisahkan oleh jarak dan waktu. 
Lagu ini menjelaskan segalanya.
Gua lemah tanpa kehadiran dia di setiap hari gua. Gua bukan apa apa saat dia sibuk dan ga inget gua. Gua sensitif disaat dia lebih perhatian sama yang lain dibanding gua. Karena dia lah sahabat gua. Teman dekat. Teman baik dan segalanya buat gua. Dia itu bukan dia. Dia itu mereka. Ya..mereka. mereka yang selalu mengisi hidup gua. Mereka yang selalu ada buat gua. Mereka yang peduli sama gua. Dan kini gua hanya bisa berharap bahwa takdir yang memisahkan kita oleh jarak tak akan memisahkan hubungan dan persahabatan yang terjalin. Pisahnya kita merupakan rencana indah bagi kita semua. Pisahnya kita adalah awal dari segalanya. 
"Kita adalah sahabat. Kita adalah teman. Kita adalah segalanya. Dan kitalah kenangan terindah itu." - ViDarmalim

Samsons kenangan terindah
Aku yang lemah tanpamu
Aku yang rentan karena
Cinta yang t'lah hilang
Darimu yang mampu menyanjungku

Selama mata terbuka
Sampai jantung tak berdetak
Selama itu pun aku mampu
Untuk mengenangmu

Darimu kutemukan hidupku
Bagiku kaulah cinta sejati

Chorus :

Bila yang tertulis untukku
Adalah yang terbaik untukmu
Kan kujadikan kau
Kenangan yang terindah dalam hidupku
Namun takkan mudah bagiku
Meninggalkan jejak hidupku
Yang t'lah terukir abadi
Sebagai kenangan yang terindah

Darimu kutemukan hidupku
Bagiku kaulah cinta sejati

Chorus

THE DAY I WENT AWAY

Lagu ini gua temuin di ipod gua beberapa waktu lalu. Awalnya sih yang terlintas di otak gua adalah orang-orang yang ninggalin gua untuk sesuatu yang lebih baik lagi. Orang orang yang merasa gua kurang baik buat mereka mungkin. Tapi semakin hari semakin beda. Feel yang dulu gua dapetin udah ilang. Malah jadi sebaliknya. 
Tapi sebelum gua cerita, coba baca lirik dibawah ini dulu.

THE DAY YOU WENT AWAY


VERSE 1 

Well I wonder could it be 
When I was dreaming 'bout you baby 
You were dreaming of me 
Call me crazy call me blind 
To still be suffering is stupid after all of this time 

PRE CHORUS 1 

Did I lose my love to someone better 
And does she love you like I do 
I do you know I really really do 

CHORUS 

Well hey 
So much I need to say 
Been lonely since the day 
The day you went away 
So sad but true 
For me there's only you 
Been crying since the day 
The day you went away 


VERSE 2 

I remember date and time 
September twenty second 
Sunday twenty five after nine 
In the doorway with your case 
No longer shouting at each other 
There were tears on our faces 

PRE-CHORUS 2 

And we were letting go of something special 
Something we'll never have again 
I know, I guess I really really know 

CHORUS 

The day you went away 
The day you went away

PRE-CHORUS 1 

CHORUS 

BRIDGE 

Why do we never know what we've got 'til it's gone 
How could I carry on 
The day you went away 
Cause I've been missing you so much I have to say 
Been crying since the day 
The day you went away 
The day you went away 
The day you went away

Gua coba ganti lirik I jadi You dan You jadi I. Dan rasanya agak pas buat gua. Atau bahkan gausah di ganti semuanya. Cukup ganti yang bagian the day you went away jadi the day i went away. Itu juga lumayan bahkan lebih nyes.
Gua cuma takut gua nangis lagi. Gua takut apa yang gua takutin melanda gua beneran. Gua takut.
Tadi pagi sebelum mandi gua nangis. Bahkan pas mandi pun gua nangis. Gua merasa semakin dekat dengan hari kepergian gua ke Surabaya semakin jauh juga hubungan gua sama yang lain. Begitulah intinya. Gua me-review satu per satu orang yang selalu ada buat gua. Dan alhasil, cuma beberapa yang gua anggep masih setia buat selalu ada untuk gua. Ga perlu gua sebut namanya, yang pasti gua merasa kehilangan sejak hari Jumat lalu. Orang yang selalu berusaha ada buat gua satu persatu menjauh [menurut gua], mereka semakin sibuk dengan seluruh kegiatan mereka. Mereka semakin sibuk dengan semua acara mereka. Mereka semakin sibuk dengan teman-teman baru mereka. Gua pengen rasanya puter waktu kembali. Ke hari Selasa, 22 September 2013. Gua pengen narik semua kata-kata gua ke temen gua bahwa gua bakal pindah sebentar lagi biar gua gaakan pernah digantikan mereka. Gua pengen rasanya pergi secara mendadak aja biar mereka ga mempersiapkan pengganti gua dari sekarang biar gua ga makin sedih. Pengennya sih ya. Tapi ga mungkin. Lagu ini pas banget liriknya..bahkan sampe tanggalnya (re-read deh) "September twenty second" jir.. gua takut. Akankah gua diinget sama mereka? Akankah hubungan gua akan sama nantinya? Gua gatau. Gua sayang sama mereka semua. Tapi hal menyakitkan adalah ketika chat lu cuma di read sama sahabat dan temen deket lu. Masalahnya gua anaknya kayak Hukum Newton Ketiga F aksi = F reaksi. Apa yang dilakukan orang itu ke gua akan gua lakukan sebaliknya dan sama. Ketika orang itu cuek maka gua akan cuek. Ketika orang itu perhatian maka gua akan perhatian. Gua cuma berharap sikap gua yang seperti ini gaakan menjauhkan gua dari siapapun. I love you guys! I hope that the day I went away will be the day we begin our new lives to be better than today and before. :')

Life is about choosing

Saat engkau merasa bodoh atas apa yang telah kamu perbuat
Saat engkau terjebak dalam perangkap cinta
Saat engkau berdiri diantara persahabatan dan pasangan
Saat engkau dikelilingi oleh orang yang menyayangimu
Saat engkau dikelilingi oleh orang yang tak peduli dengan keberadaan dirimu
Saat engkau duduk diantara orang yang menganggapmu ada ketika mereka membutuhkanmu
Saat engkau hanya merasakan kebahagiaan yang sejenak dan tak bertahan lama
Saat kebahagiaanmu berganti dengan tangisan dan kesedihan
Saat cinta berubah menjadi benci
Saat hati ingin meminta tetapi logika menolak
Saat seseorang menarik perhatian dari dirimu
Saat teman dekat berubah jadi cinta
Saat semuanya silih berganti dan tiada kejelasan akan hidup ini

Kini kebahagiaan hanyalah milik mereka yang memilih untuk bahagia
Bagi orang orang yang berusaha tertawa walaupun mereka bersedih
Bagi mereka yang terus mencintai walaupun terluka
Bagi mereka yang tetap menyayangi walaupun tersakiti
Bagi mereka yang terus mencoba meskipun gagal
Bagi mereka yang mencoba tersenyum meskipun hati tersayat-sayat
Bagi mereka yang menghibur orang yang bersedih walau mereka juga butuh hiburan
Bagi mereka yang merelakan sesuatu yang mereka sayangi untuk kebahagiaan orang lain

Terkadang kita tidak tahu apa yang akan terjadi pada diri kita
Apalagi sesuatu yang akan terjadi pada orang lain
Yang dapat kita lakukan adalah terus menjaga dan melindungi orang yang kita sayangi
Memberitahukan yang terbaik untuk mereka
Mengikhlaskan sesuatu untuk mereka
Dan menjadi tempat berbagi untuk mereka
Ketika mereka tidak tahu kemana mereka akan berlabuh
Ketika mereka tidak tahu kemana mereka ingin berbagi cerita
Ketika mereka tidak punya tempat berbagi kesedihan
Ketika mereka membutuhkan pundak untuk bersandar
Ketika mereka membutuhkan tangan untuk mengusap air mata mereka
Ketika mereka membutuhkan saran dan motivasi

Hidup ini sebuah pilihan
Pilihan untuk bahagia atau bersedih
Pilihan untuk peduli atau cuek
Pilihan untuk mencintai atau membenci
Pilihan untuk menerima atau menolak
Pilihan untuk membantu atau mengganggu

Friday, 25 October 2013

Something Bad Again, uh?

Selasa, 22 Oktober 2013.

Hari itu merupakan hari yang cerah bagiku. Aku bangun pagi, menikmati hidangan sarapan roti tawar yang disiapkan oleh ibu sebelum aku bersiap untuk berangkat ke sekolah. Aku menikmati hari-hariku meskipun hari itu terasa sangat terik dan panas. Bahkan pendingin ruangan di kelasku pun tidak berfungsi. Aku merasa lelah dan letih setelah melewati pelajaran olahraga yang menguras banyak tenaga. Aku mengantuk dan akhirnya pun tertidur di kelas. 
Saat aku sedang kelelahan. Saat aku tak tertarik untuk melakukan banyak hal. Saat itu juga aku terbangun dan langsung tak dapat mengeluarkan kata-kata lagi karena aku sungguh kaget ketika aku membaca pesan singkat dari ibuku mengenai kepindahanku.
Kepindahanku ke Surabaya kini dipercepat. Aku sungguh tak tahu bagaimana aku harus bertindak. Aku tak tahu bagaimana perasaanku akan berlabuh. Aku tak tahu apa yang harus aku lakukan.
Di satu sisi aku senang dan bahagia karena aku dapat bersama ayahku lagi. Aku senang karena aku dapat mencicipi pendidikan di sekolah yang lebih baik disana nantinya. 
Di sisi lain aku merasa sedih karena aku harus meninggalkan sekolah lamaku dengan segala tanggung jawab dan jabatan yang aku miliki. Aku juga sedih karena aku harus meninggalkan teman-teman dan sahabat yang aku kasihi dan aku sayangi. Aku sedih harus pergi dahulu ke Surabaya dan meninggalkan ibu dan kedua adikku di Jakarta untuk beberapa bulan. Aku sedih meninggalkan segalanya.
Aku tahu ini yang terbaik untuk masa depanku. Aku tahu ini adalah keputusan yang telah disepakati oleh seluruh keluargaku. Namun sayangnya dengan dipercepatnya kepergianku ke Surabaya membuat mentalku turun dan jatuh. Aku merasa aku masih belum sanggup dan masih belum mampu untuk berjuang dan bersaing disana. Aku merasa kemampuan yang aku miliki sungguh terbatas dan tidak dapat bersaing dengan teman-teman baruku yang ada disana. Aku juga takut tidak dapat beradaptasi dengan baik disana.
Selain itu, aku belum rela menerima bahwa hubunganku yang sudah dekat dengan berbagai temanku tiba tiba harus terpisahkan begitu saja. Aku menangis. Menangis tanpa henti. Awalnya aku berusaha menahan tangisan itu. Tapi aku tak dapat menahannya lagi dan akhirnya menangis tersedu-sedu sampai mataku pun bengkak. 
Tangisan hari itu tak berhenti begitu saja. Melupakan sesuatu yang memberatkan pikiranmu tidak semudah mengurangi berat badan berlebih. Keesokkan harinya aku masih menangisi hal yang sama, memikirkan hal yang sama, dan takut akan hal yang sama. Entah apa yang membuatku menjadi seperti itu. Tetapi hal itu cukup membebani pikiranku. 

Jumat, 25 Oktober 2013.
Aku semakin takut akan kehilangan segala yang telah ku miliki.
Aku takut tak dapat menerima apa yang akan ku terima kedepannya.
Aku semakin takut akan perpisahan yang akan ku hadapi.
Tetapi aku hanya dapat berdoa, berharap, dan melakukan yang terbaik untuk sesuatu yang lebih baik.
D-72.