Sometimes people keep their feelings by themselves. Some people express it by singing or dancing. Some express it by writing. And sometimes people need to read and understand the other people feelings either by writing or reading♡ We need to think logically about how people feel, how the feelings come, and how to solve stupid feelings~
Thursday, 21 November 2013
Nilai Hidupku
Saturday, 2 November 2013
Being Loved
Menurut gua, dengan sempatnya seseorang untuk meluangkan waktu nya buat gua, apalagi orang itu adalah orang yang sibuk dengan berbagai kegiatan dia tapi tetap menyempatkan waktu untuk gua, gua merasa special atau didahulukan setidaknya orang itu menganggap gua ada, ga sekedar cuma sebagai teman biasa aja. Itu yang membuat gua semakin merasa dicintai. Apalagi kalau orang itu mau membantu segala pekerjaan gua. Gausah segalanya, beberapa aja udah bersyukur banget. Tanda nya orang itu peduli dan sayang sama gua. Makanya dia mau membantu gua. ><)v
Dan gua udah punya orang-orang semacam itu :3 dan gua sayang banget sama mereka><
Quality Time
together, you deepen your connection with others through sharing time.
Acts of Service
be an expression of love? Absolutely!
Anything you do to ease the burden of
responsibilities weighing on an
“Acts of Service” person will speak
volumes. The words he or she most
wants to hear: “Let me do that for you.”
Laziness, broken commitments, and
making more work for them tell speakers
of this language their feelings don’t matter.
When others serve you out of love
(and not obligation), you feel truly valued and loved.
Sunday, 27 October 2013
Kenangan Terindah
THE DAY I WENT AWAY
Life is about choosing
Saat engkau terjebak dalam perangkap cinta
Saat engkau berdiri diantara persahabatan dan pasangan
Saat engkau dikelilingi oleh orang yang menyayangimu
Saat engkau dikelilingi oleh orang yang tak peduli dengan keberadaan dirimu
Saat engkau duduk diantara orang yang menganggapmu ada ketika mereka membutuhkanmu
Saat engkau hanya merasakan kebahagiaan yang sejenak dan tak bertahan lama
Saat kebahagiaanmu berganti dengan tangisan dan kesedihan
Saat cinta berubah menjadi benci
Saat hati ingin meminta tetapi logika menolak
Saat seseorang menarik perhatian dari dirimu
Saat teman dekat berubah jadi cinta
Saat semuanya silih berganti dan tiada kejelasan akan hidup ini
Kini kebahagiaan hanyalah milik mereka yang memilih untuk bahagia
Bagi orang orang yang berusaha tertawa walaupun mereka bersedih
Bagi mereka yang terus mencintai walaupun terluka
Bagi mereka yang tetap menyayangi walaupun tersakiti
Bagi mereka yang terus mencoba meskipun gagal
Bagi mereka yang mencoba tersenyum meskipun hati tersayat-sayat
Bagi mereka yang menghibur orang yang bersedih walau mereka juga butuh hiburan
Bagi mereka yang merelakan sesuatu yang mereka sayangi untuk kebahagiaan orang lain
Terkadang kita tidak tahu apa yang akan terjadi pada diri kita
Apalagi sesuatu yang akan terjadi pada orang lain
Yang dapat kita lakukan adalah terus menjaga dan melindungi orang yang kita sayangi
Memberitahukan yang terbaik untuk mereka
Mengikhlaskan sesuatu untuk mereka
Dan menjadi tempat berbagi untuk mereka
Ketika mereka tidak tahu kemana mereka akan berlabuh
Ketika mereka tidak tahu kemana mereka ingin berbagi cerita
Ketika mereka tidak punya tempat berbagi kesedihan
Ketika mereka membutuhkan pundak untuk bersandar
Ketika mereka membutuhkan tangan untuk mengusap air mata mereka
Ketika mereka membutuhkan saran dan motivasi
Hidup ini sebuah pilihan
Pilihan untuk bahagia atau bersedih
Pilihan untuk peduli atau cuek
Pilihan untuk mencintai atau membenci
Pilihan untuk menerima atau menolak
Pilihan untuk membantu atau mengganggu
Friday, 25 October 2013
Something Bad Again, uh?
Sunday, 20 October 2013
Inspirational Quotes
Dari kutipan yang gua ambil diatas, gua merasa harus dibahas dengan berbagai alasan. Membantu orang memang bukanlah hal yang salah, tetapi ada pro dan kontra nya juga. Misalnya sebagai berikut :
- Saat kita membantu, kita mendapat pahala karena kita berbuat kebajikan. Tetapi banyak orang yang kemudian menganut hal ini sebagai doktrin bahwa untuk mendapat pahala di surga nanti kita harus berbuat baik. Hal ini dapat berujung pada kemunafikan atau hanya sekadar formalitas.
- Saat kita membantu orang lain, kita cenderung berharap untuk mendapatkan timbal balik. Semua orang kebanyakan berpikir bahwa ketika kita ingin ditolong atau dibantu oleh orang lain, hendaknya kita membantu mereka dahulu sebelum kita meminta. Agar orang yang kita mintai tolong tersebut enggan untuk menolak.
- Ada juga orang yang sama sekali tidak mau membantu dengan berbagai alasan. Misalnya karena menurut mereka hal itu tidak penting atau tidak ada gunanya. Atau mereka berpikir bahwa mereka saja belum becus mengurusi kehidupan mereka, jadi untuk apa sok jadi pahlawan untuk membantu orang lain.
- Ada juga orang yang berbuat baik karena merasa hidup mereka tinggal sebentar lagi, sehingga mereka harus berbuat baik demi masuk surga.
Dari pernyataan-pernyataan diatas yang saya buat dan analisis saya, saya menyimpulkan bahwa membantu orang lain hendaklah sukarela dan dengan lapang dada. Karena dengan membantu orang kita dapat mendapatkan hasil atau buahnya tanpa harus meminta dan jika kita membutuhkan pertolongan, pasti akan ada banyak orang yang akan menolong.
Saya juga bukanlah orang yang suka menolong semua orang, saya hanya mencoba berusaha untuk menolong beberapa orang. Mulailah menolong orang-orang terdekat kita, karena saya sendiri juga sudah merasakan dampak dari menolong dan saling memperdulikan satu dengan yang lainnya. Tanpa kita harus meminta, kita pun di tolong oleh orang lain.
"Helping is great. Helping is investation. By helping others, it helps ourselves." -
Throw back (MOS Event)
Selain itu, gua juga inget gimana rasanya gua ngerjain anak-anak MOS, entah suruh mereka gangnam style buat dapetin tandatangan gua lah, lari-lari keliling lapangan sambil triak "Aku cinta candle tree", dan masih banyak lagi. Belum lagi orang yang menang games malah disuruh makan nanas XD bayangkan aja betapa isengnya OSIS angkatan gua.
Belum lagi ketua dan wakil ketua MOS perwakilan dari peserta MOSnya, si Amos sama Vida, itu sih udah gua kerjain abis-abisan gua suruh pimpin yel-yel terus XD ada lagi anak kelompok lain namanya Andre, itu makanan MOS ga abis malah jujur bener bilang ke gua-- padahal kan harusnya dihabisin. HAHAHA dasar XD banyak banget kenangan-kenangan unyu bareng ade kelas deh selama MOS u,u belom lagi waktu gua ngebujuk Farrel, Alvin, Andre, dan anak-anak lainnya untuk mencalonkan diri jadi ketua dan wakil ketua OSIS selanjutnya. Banyak banget deh kejadian lucunya~
Kesan pertama gua ketemu Thomas Jenni dan Vida = biasa aja. Mereka anak lama xoxo
Kesan pertama ketemu Khansa, suaranya imut abis, terus dia polos, sekarang..beh garang (?)
Kesan pertama ketemu Farrel, yaampun diemnya kebangetan. Apa iya ini adenya ko Gerry :') tapi semakin berjalannya hari dia makin baik, makin aktif, dan udah ga diem lagi. Dia iseng o_o
o Pelatihan penulisan laporan tertulis dan video
· Kamis, 25 Juli 2013
o Ibadah Penutupan
Saturday, 19 October 2013
Friendship nowadays
'FWB'
Friend with benefit.
Teman dengan keuntungan.
Singkatan yang bagus yang gua dapetin dari temen gua, Jason. (15/10 - 10.35)
Disamping itu, gua juga akhirnya tau perbedaan antara temen deket dan sahabat. Beda. Asli beda. Dia kasih tau gua temen deket dan sahabat itu beda. Temen deket itu temen yang selalu ada buat kita meskipun kita bukan temen mainnya. Sahabat adalah orang yang selalu jadi temen main kita dan selalu ada buat kita.
Dan asal kalian tau.. :') tibatiba gua terdiam dan speechless banget. Gua terpikirkan oleh semua orang yang deket sama gua saat ini. Orang yang gua anggep sahabat selama ini. Apa iya gua udah salah memberi predikat terhadap temen temen gua sekarang. Apa iya gua harus merenungi ulang semua ini..
Temen temen deket gua bisa dibilang cuma 'fwb' atau real. Sahabat yang selama ini gua anggep cuma fwb. Aduh gua bingung dan masih harus merenungi semuanya.
Menurut Jason, pertemanan seorang wanita emang kebanyakan begitu. Banyak kemunafikan dan lainnya. Ga jauh beda juga sama cowok. Tapi bedanya cewek lebih gimana gitu. Itu udah menjadi sesuatu hal wajar dan biasa.
Semoga saja dalam beberapa hari ini..beberapa minggu ke depan..dan beberapa bulan ke depannya gua dapat menemukan jawaban atas segala pertanyaan yang gua hadapin sekarang tentang pertemanan gua yang sudah semakin kacau.
From the toughest to the happiest~
Retreat kali ini gua ditemenin sama Wali Kelas kelas IPS, nah gua jd pengen kan punya wali kelas kayak dia-- jadi begini..berhubung gua dan dia sama-sama orang yang non kristen alias buddha, kami jadinya bercerita tentang banyak hal. Ga maksud untuk ga menghargai, kami hanya berkomentar dan memberi masukkan aja tentang setiap sesi melalui pola pikir dan cara pandang kami. Selain itu kami juga membahas kembali tentang sesi-sesi yang ada di dalam kegiatan itu.
Hari pertama gua sama sekali ga enjoy dengan kegiatan retreat itu. Ngeliat tempatnya aja kurang tertarik. Eh hape disita pula. Gua makin bosen dan akhirnya gua bengong dan meratapi hidup gua. Ga lama kemudia akhirnya gua nangis di dalam kebosenan dan kebeteannya gua. Tetapi ga lama kemudian akhirnya gua dihibur Pa Chandra. Ya mungkin cuma dia yang mengerti keadaan gua selama retreat. Di dalam setiap sesi retreat itu dia selalu nemenin gua. Duduknya ga jauh jauh dari gua, bisa di bilang sebelahan tapi dipisahkan satu orang. Selain itu di tengah kebetean gua, Evans dan Samuel nemenin gua dan mencoba menghibur gua. Hiburannya ga directly gitu sih, tapi dengan isengin gua, dengan becandain gua dan berbuat idiot di depan gua itu udah cukup menghibura gua dan gua bahkan lupa kalau gua lagi bete. Dan pada akhirnya malam pun tiba, dan ternyata bujukan gua ke guru gua untuk balikin hape pas malem dikasih. Hape dibalikin dan gua telfonan dan cerita sama ade gua. Terus gua whatsapp-an sama temen-temen gua. Ada ade kelas, ada anak atha, ada juga kaka kelas alumni yang udah bener-bener kayak koko gua sendiri. Dan bahkan orang yang ikut retreat aja whatsapp an juga sama gue-..-dan pada akhirnya gua ga bisa tidur sampe jam 2 pagi keesokan harinya.
Gua bangun jam 5 pagi dan sama sekali ga ngerasain ngantuk seharian. Ikut saat teduh masih have fun sama evans samuel. Ikut sesi masih woles sama Pa Chandra. Ikut outbound dengan sedikit ga mood dan akhirnya dimanjain Pa Chandra (?) gua udh berasa kayak anaknya sendiri dan gua nyaman untuk cerita bareng dia, untuk minta tolong dan juga nyusahin dia. Enjoyable banget. Gua pengen punya guru kayak dia. Dan bersyukurnya pada saat outbound itu guru pendamping gua Pa Chandra! BA-HA-GI-A~ dia bener-bener membantu gua dan sangat memanjakan gua wuakaka gimana engga? Kacamata basah dia yang lap-in, terus rambut kotor dia yang iketin lagi pada saat tangan gua udah berlumuran dengan lumpur bekas outbound. Pokoknya dia yang selalu nolongin gua.
Ga cuma itu, acara outbound yang diadakan dalam kegiatan retreat ini sangatlah berbeda dengan acara sebelumnya. Dalam kegiatan ini, kami tidak hanya sekedar bermain dan bersenang-senang saja, tetapi dalam setiap permainan yang kami mainkan, kami diajarkan untuk merefleksikannya kembali agar kami dapat memaknai segalanya. Ada empat acara penting dalam outbound, seperti :
1. Pos I (Kak Danny)
Di pos ini kami harus menyebrangi lumpur yang sangat basah dan kotor dengan berbagai situasi. Beberapa dari kami tangannya diikat, beberapa lagi kakinya terikat dan ada juga yang matanya tertutup. Kami harus menyebrangi tantangan itu dan terlihat sangat menjijikan. Tapi meskipun begitu, kami belajar bahwa untuk mencapai kesuksesan, seperti Yesus yang berkorban demi menebus dosa manusia.
2. Pos II (Kak Burhan)
Di pos ini kami belajar untuk bekerja sama, jujur, dan focus pada tujuan kita. Meskipun banyak yang membebani kita dan menjadi penghalang dalam hidup kita dalam mencapai sebuah tujuan, kita harus tetap focus. Karena semakin tinggi tujuan yang ingin kita capai, semakin banyak halangan yang terjadi. Dan jika kita ingin sukses, kita pasti mengandalkan orang lain juga, tidak mungkin sendirian.
3. Pos III (Kak Xiao Long)
Di pos ini kami belajar untuk bekerja sama dan bersama-sama menutup celah dan lubang yang diumpamakan sebagai masalah dalam hidup manusia. Jika kita menyelesaikan masalah yang besar sendirian itu akan menjadi hal yang sulit bagi kita untuk diselesaikan sendiri, kita dapat meminta tolong teman kita yang lain untuk membantu agar dapat bersama-sama menyelesaikannya dan mencapai kesuksesan.
4. Pos IV (Kak Leonard)
Di pos ini kami berusaha memecahkan masalah dari clue yang telah diberikan. Clue nya adalah :
- Langkah pertama tidak pernah salah
- Sejarah itu penting, masa lalu adalah modal utama
- Lakukan langkah yang sama secara berulang dan konsisten
Sayangnya setelah outbound yang menyenangkan itu gua jadi lemes karena migran. Jadinya gua tiduran dulu deh. Beberapa menit yang cukup melegakan. Gua seneng hari itu bisa berjalan cepat karena banyak games. Tapi gua migran-- lemes deh. Akhirnya gua tiduran karena gua kecapean~ yaudah deh akhirnya gua duduk-duduk dan tiduran. Udah agak enakan baru ikut sesi lagi. Setelah semaleman kelar akhirnya kita duduk duduk liatin api unggun dan gua telfonan sama temen gua selama se-jam lebih. Gua cerita banyak dan begitu juga dia. Ya lumayan lah nunggu sampe gua ngantuk dan lelah, dan akhirnya tidur. Malem itu gua tidur super nyenyak.
Keesokan harinya gua pun bangun dengan terpaksa karena masih ngantuk dan masih pengeenn banget buat tidur. Akhirnya kita laluin saat teduh bersama dan akhirnya kita bersiap-siap untuk ke air terjun curug. Lumayan bagus tapi sayangnya sempit. Ga sebagus yang di gunung gede. Tapi akhirnya gue foto-foto sama kaka pembinanya kecuali Ka Burhan karena dia ada di seberang air terjunnya XD
I'm Idiot, I'm Stupid, but This Is Me!
Aku terlahir di keluarga sederhana yang tergolong keluarga biasa, tidak kaya tetapi juga tidak miskin. Orang tuaku selalu berusaha mencukupkan segala kebutuhanku. Aku merupakan anak pertama dari tiga bersaudara sebagai putri sulung. Dilahirkan secara normal oleh seorang ibu muda pada tanggal 11 Agustus 1997 di sebuah bidan di Riau. Saat ibuku sedang mengandung diriku, ibuku mengalami banyak kesulitan. Ibuku mendadak lumpuh dan tak dapat berjalan. Ia terbaring di tempat tidur. Bahkan untuk ke toilet yang jaraknya dekat pun tak sanggup. Ayahku, yang untungnya seorang wiraswasta, terpaksa harus memapah ibuku dan aku, yang saat itu masih dalam kandungan, untuk ke toilet dan mengecek kandungan ibuku.
Seorang bayi mungil dengan berat kurang lebih 3,2 kilogram pun akhirnya lahir hari itu. Perjuangan yang cukup panjang dilalui oleh ibuku demi aku. Entah seberapa sakit yang ibuku rasakan saat itu, aku pun tak dapat mengetahuinya dengan jelas. Ayahku menitikkan air matanya karena tak sanggup melihat sakit yang diderita oleh ibuku demi melahirkan aku. Hingga saat aku lahir ke dunia ini, ayahku akhirnya benar-benar menitikkan air mata bahagianya atas kelahiran putri pertamanya, Aku.
Perjuangan ibuku tak selesai begitu saja. Masih banyak perjuangan lain yang ibuku rasakan. Hampir setiap malam aku menangis. Ibu berusaha menidurkanku agar aku berhenti menangis. Ibu memberikanku susu asi, aku tak mau. Sampai akhirnya ayah dan ibu harus membawaku keliling kota terlebih dahulu agar aku bisa tertidur lelap. Kebiasaan-kebiasaanku membuat ayah dan ibu kerap kali kesusahan. Tetapi ayah dan ibu selalu berusaha menurutinya agar aku tidak lagi menangis.
Aku belajar menengkurapkan badanku pada umurku yang keempat bulan. Kemudian belajar merangkak. Di umurku yang satu tahun, aku belajar duduk dan berbicara. Saat umurku sudah mencapai satu setengah tahun, aku pun sudah mahir berjalan dan sesekali berlari.
Ayahku yang saat itu adalah pengusaha labi-labi membiarkanku bermain dengan salah seekor dari labi-labinya. Karena pada saat itu aku belum memiliki adik yang bisa diajak bermain, aku bermain dengan segala jenis binatang yang ada.
Masa kecilku dipenuhi oleh banyak pengalaman-pengalaman berharga. Karena ayahku begitu mengasihiku, ayahku membelikanku seekor anjing dalmantian yang diberi nama Hero untuk menemaniku bermain sembari menunggu kelahiran adikku yang masih di dalam kandungan ibuku.
Aku bermain bersama labi-labi, kura-kura yang ditemukan pekerja ayahku di belakang rumahku, kemudian ular yang dibeli ayahku, dan anjing kesayanganku. Di umurku yang ketiga, aku mulai belajar menjadi “nakal”. Saat aku bermain bersama ular dan ayahku, salah satu pekerja ayahku yang biasa ku panggil Uwak Trubus sedang mandi. Ayahku dan aku merupakan orang yang cukup iseng sehingga aku memasukkan ular yang ku pelihara ke dalam kamar mandi itu, dan uwak pun berteriak dan keluar dari kamar mandi dengan keadaan setengah telanjang dan hanya ditutupi dengan handuk. Itu merupakan pengalaman unik dan lucu bagiku, namun bagi uwak pasti merupakan kejadian yang memalukan. Namun tetap saja, kejadian itu tetap diingat sampai uwak menghembuskan nafasnya tahun 2005 lalu.
Belum lagi dengan kebodohan-kebodohan yang ku perbuat saat aku belajar bahasa. Keluargaku merupakan keluarga dengan keturunan Chinese, sehingga aku juga harus menguasai bahasa keluargaku, yaitu Bahasa Hokkien. Sayangnya aku tinggal jauh dari orang-orang Chinese lainnya, oleh karena itu aku sulit untuk belajar. Padahal ibu dan ayah selalu mengajariku setiap harinya. Tetapi tetap saja aku tak memiliki keberanian untuk berbicara dalam Bahasa Hokkien. Aku sebenarnya mengerti tapi tak pandai berbicara. Sampai suatu hari, ibuku sengaja tak memberikanku makan siang padahal aku sudah merengek karena kelaparan. Ibu berbicara dalam Bahasa Hokkien mengatakan bahwa jika aku tak meminta makan dalam Bahasa Hokkien, Ibu tak akan memberikanku makan siang. Aku tetap merengek dan tidak mau berbicara dalam Bahasa Hokkien. Ayahku sedih melihat aku kelaparan dan membujuk ibuku. Tetapi tetap saja ibuku bersih keras untuk tidak memberikan aku makan. Dan saat itulah menjadi pertama kalinya aku berbicara dalam Bahasa Hokkien.
Hingga pada saat aku beranjak semakin dewasa, akhirnya aku pun duduk di bangku TK. Aku memulai hidupku sebagai seorang pelajar. Kewajibanku pun bertambah seiring dengan berjalannya waktu.
Setelah empat tahun aku bertempat tinggal di Riau, akhirnya ayah dan ibu pun memutuskan untuk kembali ke kota asalku, kota Medan yang indah. Aku kembali dan masuk sekolah. Sutomo. Satu-satunya sekolah yang ku masuki semenjak aku TK hingga dengan SD. Ayah dan ibu memutuskan untuk menyekolahkan aku disana. Begitu juga dengan kedua adikku nantinya.
Aku bukanlah seorang murid yang cerdas dan pintar, apalagi rajin. Saat masih duduk di bangku TK, aku kerap kali datang terlambat ke sekolah. Dalam seminggu sekolah, aku datang tepat waktu hanya sekitar dua sampai tiga hari saja. Meskipun begitu, aku tetap dapat mengikuti pelajaran-pelajaran sekolah dengan cukup baik. Ibu dan ayah membekali diriku dengan kursus-kursus seperti bimbel dan kursus Bahasa Inggris. Hal tersebut membekali diriku untuk pelajaran-pelajaran di sekolah. Namun tetap saja, tidak dapat dipungkiri, aku lemah dalam pelajaran seni dan olahraga. Nilaiku untuk pelajaran itu tidak begitu memuaskan. Namun untungnya tuntas. Sehingga peringkat kelas bukanlah menjadi pokok dari sekolahku.
Seolah tak mau kalah dan bangkit dari TK, aku belajar dengan tekun. Aku diberikan kursus komputer dan sempoa sebagai pelengkap kursus bimbel dan Bahasa Inggris oleh orangtuaku. Awalnya aku hanya menjalaninya seperti biasa. Namun tak disangka, aku akhirnya mencapai peringkat pertama di kelas semester itu. Sungguh sesuatu yang diluar prediksiku dan keluarga. Ibu, orang yang paling kaget dengan hasil yang ku peroleh, langsung menanyakan kepada teman-temanku yang ada pada saat itu. Aku pun dengan bangga pulang ke rumah dan memberitahukan ayahku.
Pencapaianku tak berhenti pada titik itu saja. Pada semester selanjutnya, aku pun kembali meraih peringkat pertama di kelas. Kemudian saat aku naik kelas dua, aku pun terus berjuang untuk mempertahankan pencapaianku. Akhirnya pencapaianku dapat ku perjuangkan hingga kelas tiga semester pertama. Entah apa yang terjadi, di semester kedua, peringkatku turun drastis. Aku mendapatkan peringkat keempat. Sungguh diluar dugaanku. Aku merasa gagal dan jatuh. Aku tak tahu dimana salahku. Tetapi aku bangkit, aku berusaha kembali. Di kelas empat, akhirnya aku mendapatkan kembali gelarku, peringkat pertamaku.
Peringkat pertama di kelas empat semester satu, merupakan peringkat terakhirku di sekolah itu. Aku akhirnya pindah sekolah kembali. Awalnya guru-guru dari sekolah lamaku tidak mengizinkanku untuk pindah sekolah, karena menurut mereka aku merupakan salah satu murid yang berprestasi di sekolah itu dan sayang sekali jika harus berpindah ke sekolah di daerah. Namun setelah berbincangan yang cukup panjang antara orangtuaku dan guru-guruku, akhirnya mereka pun mengikhlaskannya dan memberikanku dan adik-adikku surat pindah.
Berpindah dari Medan kembali menuju Riau, aku pun mulai belajar untuk beradaptasi dengan lingkungannya dan teman-teman. Hal yang membuatku bingung saat sampai disana dan memulai hari pertama sekolahku dan adik-adikku adalah proses belajar mengajar yang cukup berbeda dan tingkat kesulitan dalam materi yang diajarkan. Tidak bisa dipungkiri, memang perbedaan pelajaran di daerah dengan di kota sungguh berbeda. Bahkan cara mengajarnya juga. Di daerah, para pengajar cenderung menggunakan cara-cara kekerasan, sedangkan di kota menggunakan cara halus.
Bersekolah di Riau dengan kondisi sekolah yang benar-benar berbeda dengan teman yang sangat asing menurutku, membuat aku tak pernah kerasan berada disana. Aku merasa ada yang hilang. Ada yang berbeda. Ya, banyak sekali perbedaannya. Perbedaan bahasa, cara berpikir, dan bahkan gaya hidup. Hal itu jugalah yang memancing terlihatnya perbedaan yang sangat mencolok antara aku dan teman-temanku, adikku dan teman-temannya. Oleh karena itu, tak jarang kami mengalami pembully¬an ringan di sekolah itu yang memang mayoritasnya penduduk asli daerah tersebut.
Awalnya kami membiarkan hal itu terjadi, karena masih dapat kami atasi. Namun semakin lama, pembullyan itu semakin tidak wajar dan tidak dapat saya terima. Adik terkecilku, pernah hamper dilukai oleh temannya. Masalahnya sepele, adikku sangat menyukai pelajaran sempoa, kemudian ia selalu mendapat nilai yang cukup tinggi dalam pelajaran itu dan salah seorang temannya tidak menyukai hal tersebut. Kemudian terjadilah pembullyan berupa anak tersebut berusaha menusuk adikku dengan beberapa tusuk sate. Untunglah saat itu aku sedang mengunjungi adikku untuk memberikannya bekal makan siang, jika tidak, aku sudah tidak tahu bagaimana nasib adikku.
Pembullyan tidak hanya terjadi pada adik terkecilku itu, adik pertamaku juga mengalami pembullyan, tetapi tidak dengan kekasaran. Adikku merupakan anak laki-laki satu-satunya di keluargaku, Ibuku sangat menyayanginya dan selalu membelikannya alat-alat tulis dan perlengkapan-perlengkapan lain yang bagus dan bermerek. Tetapi sayang, tiap kali ibuku membelikan barang-barang bagus untuknya keesokan harinya barang itu sudah hilang. Aku awalnya menduga bahwa adikku merupakan orang yang sangat ceroboh. Tetapi setelah dicari tahu, aku dan adikku menyadari bahwa barang-barang yang kami bawa dari rumah, yang dibelikan oleh orangtua kami sangat berbeda dengan yang mereka miliki, sehingga mereka juga ingin memiliki apa yang kami memiliki dan kemudian mencurinya. Sejak saat itulah, adikku tak pernah membawa banyak barang ke sekolah karena pada akhirnya akan dicuri oleh temannya.
Lalu apa yang terjadi dengan aku? Ya, aku mengalami pembullyan yang terparah menurutku. Karena sejak pertama kali aku masuk ke sekolah itu, aku merasa guru yang mengajari kami memperlakukanku secara tidak adil. Belum lima menit aku memulai pelajaran di sekolah itu, aku sudah dijewer oleh guru olahragaku karena melakukan kesalahan. Sesungguhnya, itu seharusnya bukan merupakan kesalahanku. Di sekolah lamaku, aku tidak pernah diajari baris berbaris sehingga aku tidak mendapatkan dasar apapun dalam pelajaran itu. Namun aku sudah memberitahukan guru olahragaku dan ia berkata bahwa ia akan mengajariku dan aku cukup mengikuti perintahnya. Dan yang memnuatku jengkel adalah saat pelajaran dimulai, dia berkata “Anak-anak ikuti saya jika tidak mengerti” dan kemudian memberi aba-aba “Balik kanan gerak”. Aku pun sentak mengikuti aba-aba yang ia berikan, dan ternyata ia memberikan contoh yang salah, ia memberikan contoh untuk aba-aba “balik kiri” yang sebenarnya tidak ada di dalam aba-aba baris berbaris, kemudian ia menghampiri kami yang melakukan kesalahan satu persatu dan kemudian menjewer kami, ia pun marah dan membentak kami sambil berteriak “siapa yang menyuruh kalian mengikuti contoh yang salah?!”.
Perjalananku disekolah itu tidak selesai begitu saja. Aku yang dahulu suka menguncir rambutku menjadi dua dan dikepang bagaikan gadis jepang itu seperti mengundang kegemasan terhadap teman-temanku. Mereka sering menarik rambutku dengan alasan gemas dengan rambutku, tetapi menariknya hingga aku merasa sangat kesakitan. Awalnya aku hanya diam saja tanpa banyak mengadu kepada guru dan orangtuaku, tetapi lama kelamaan teman-temanku menjadi sangat menjengkelkan, dan akhirnya aku membentak mereka. Keesokkan harinya, orangtuaku pun datang ke sekolah untuk melaporankan kejadian ini kepada guruku agar guruku dapat memperingati temanku yang nakal itu.
Banyak hal yang terjadi di sekolah itu. Mulai dari aku dielu-elukan oleh guru dan teman-temanku karena aku dianggap anak jenius sampai dengan aku mengajari guruku sendiri. Padahal sesungguhnya pelajaran yang aku dapatkan di sekolah itu sudah pernah aku dapatkan di tingkat sebelumnya di sekolah lamaku.
Sesampainya kami di Jakarta, kami pun mencari sekolah yang akan kami masuki untuk tiga bulan ke depan sebelum ujian kenaikan kelas tiba. Akhirnya kami pun diterima di sebuah sekolah. Tiga bulan lamanya, kami hanya melakukan ujian susulan, mengerjakan tugas, dan ulangan agar rapot kami dapat mendapatkan nilai yang bagus untuk semester itu. Tak disangka, akhirnya saya masih dalam peringkat sepuluh besar dengan keadaan dan kondisi belajar yang kurang kondusif.
Akhirnya aku pun belajar dengan sungguh-sungguh dan giat di kelas 5 SD. Tak disangka, adaptasi yang ku lakukan cukup cepat dan aku mendapatkan peringkat kedua dan beasiswa di kelas 5 tersebut untuk kedua semester itu. Kondisi yang tak jauh berbeda pun terjadi di kelas 6, sehingga aku dapat membantu orangtuaku meringankan beban untuk kebutuhan sekolahku.
Setelah aku duduk di bangku SMP, aku pun tetap mendapatkan peringkat tiga besar di sekolahku. Tak jarang aku mendapatkan peringkat pertama dan beasiswa, dan hal itu cukup menyemangatiku untuk terus berjuang di jenjang selanjutnya.
Tetapi benar kata orang-orang, jika kita berhasil dan sukses, pasti ada saja yang tidak menyukainya dan selalu berusaha untuk menjatuhkan kita. Hal tersebut juga terjadi pada saya untuk beberapa kali saat saya masih berada dalam posisi jaya saya, yaitu dengan nilai yang cukup memuaskan dan memperoleh peringkat pertama. Sering kali teman saya berbuat curang dan semacamnya untuk menjatuhkan saya, tak jarang saya dikalahkan oleh kecurangan-kecurangan yang mereka perbuat sehingga saya kesal, namun ibu saya selalu berkata bahwa kita harus menunjukkan kebolehan dan kemampuan kita dengan cara yang baik, dengan jujur dan apa adanya. Karena untung-ruginya kita yang menanggung.
Kini saya pun duduk di bangku SMA, saya merasa cita-cita dan tujuan saya semakin dekat di depan mata. Saya berharap dengan segala kelebihan maupun kekurangan yang saya miliki saya dapat mencapai cita-cita saya ke depannya dengan baik dan sesuai dengan rencana yang telah disediakan oleh Tuhan untuk saya. Karena seindah-indahnya rencana manusia, tetaplah rencana Tuhan lebih indah dibandingkan dengan rencana kita.
Saya berharap saya dapat bersekolah dengan baik dan lancar sehingga saya dapat memperoleh peringkat yang baik dan mendapat beasiswa. Saya ingin bersekolah di fakultas bioteknologi farmasi atau pangan agar saya dapat menciptakan dan menemukan obat-obatan terbaru dan makanan yang bergizi bagi seluruh makhluk hidup di dunia ini terutama manusia. Oleh karena itu saya ingin bersekolah sampai saya lulus S3 dan mendapatkan gelar professor, jika Tuhan berkenan.
Tuesday, 15 October 2013
Would You?
If I saw you in heaven?
Would it be the same
If I saw you in heaven?
I must be strong
And carry on,
'Cause I know I don't belong
Here in heaven.
Would you hold my hand
If I saw you in heaven?
Would you help me stand
If I saw you in heaven?
I'll find my way
Through night and day,
'Cause I know I just can't stay
Here in heaven.
Time can bring you down,
Time can bend your knees.
Time can break your heart,
Have you begging please, begging please.
Beyond the door,
There's peace I'm sure,
And I know there'll be no more
Tears in heaven.
Would you know my name
If I saw you in heaven?
Would it be the same
If I saw you in heaven?
I must be strong
And carry on,
'Cause I know I don't belong
Here in heaven.
Monday, 14 October 2013
Dirimu Penuh Pesona~
Aku hanya bisa mengagumi dari kejauhan
Aku hanya bisa menatap senyum manismu dari foto-foto
Aku hanya bisa memperbincangkanmu dengan canda tawa dengan kawanku
Aku hanya bisa tersenyum saat bersama dirimu
Ingin rasanya menatapmu dengan dekat
Berbincang denganmu secara langsung
Memuji betapa sempurnanya dirimu bagiku
Menertawakan banyak hal bersama
Rasanya memang tak wajar
Saat aku selalu ingin bersama dirimu
Rasanya memang sakit
Ketika mencintai tetapi tak dicintai
Rasanya memang aneh
Tatkala mencintai sahabat sendiri
Entah apa yang terjadi pada diriku
Tak henti-hentinya aku memikirkan dirimu
Kenangan singkat yang kita miliki
Lagu-lagu yang aku dengar
Puisi dan tulisan singkatku
Semua ku tujukan padamu
Apakah aku salah menginginkan dirimu
Untuk selalu bersama diriku
Sekarang dan selamanya?
Meski kita terpisah jarak
Meski kita tidak memiliki passion yang sama
Akankah kita bersatu?
Aku tak butuh status
Aku tak butuh memiliki dirimu
Aku tahu kita tak sepadan
Aku hanya ingin dirimu bersama diriku
Yang tak berdaya tanpa kehadiran dirimu
Tak mungkin ku katakan sejujurnya padamu
Lebih baik perasaan ini ku pendam dalam hati
Agar hanya aku yang dapat menikmati
Indahnya mencintai dirimu yang penuh kharisma
Yang t'lah curi hatiku
Aku takut kamu pergi
Aku takut kehilangan dirimu
Yang selama ini temani aku
Menaburkan benih-benih tawa dalam hidupku.
Will I be the one and the only?
Gue merupakan tipe orang yang perfectionism. Selalu mau didahulukan, diutamakan, dihormati, dihargai, dan yang terbaik. Gue lebih suka jadi orang yang mengatur segalanya dibanding diatur. Gue punya cara dan style gua sendiri. That's why, gue selalu mau jadi LEADER. Walaupun terkadang gue ga yakin sama ability gue untuk jadi seorang pemimpin yang baik. Gue merupakan seorang pemimpin yang tegas, kalau orang baru kenal gue, pasti gue dibilang galak dan jutek, apalagi cowok. Ga heran sih sebenernya. Karena gue udah biasa.
- Menjadi yang utama dan pertama, menjadi seseorang yang menonjol terkadang udah menjadi hal yang utama buat gue. Apalagi di dalam organisasi atau sebuah project atau tugas kelompok. Ga jauh-jauh tugas gue, leader dan organizer. Tapi hal yang belum terwujud sampai sekarang ini adalah :
- Menjadi seseorang yang terbaik dalam sebuah keluarga. Gua ga pernah puas dengan semua hasil kerja gua di dalam keluarga. Gua merasa masih sering ngecewain orang tua dan ade gua. Mungkin gua ga bisa jadi teladan tapi gua mau mencoba dan harus berhasil.
- Menjadi someone special, sebenernya "the best bestfriend" bagi temen-temen gua. Gua kenal banyak orang, gua deket sama banyak orang, tapi gua ga pernah merasa jadi yang terbaik bagi mereka. Entah karena gua sibuk atau apa, tapi gua pengen kalau sahabat atau temen gua butuh tempat curhat, gua yang dicari. Gua orang pertama yang mereka ceritakan semua cerita dan masalah yang mereka punya. Kalau perlu gausah ada orang lain lagi yang mereka ceritain selain gua. Gua pengen jadi the only one. Sounds very egoist.
Mungkin lagu ini cocok buat semua sahabat gua yang belum mengutamakan gua :')
I guess you were lost when I met you
Still there were tears in your eyes
So out of trust and I knew
No more than mysteries and lies
There you are, wild and free
Reachin' out like you needed me
A helping hand to make it right
I am holding you all through the night
[Chorus:]
I'll be the one (I'll be the one)
Who will make all your sorrows undone
I'll be the light (I'll be the light)
When you feel like there's nowhere to run
I'll be the one
To hold you and make sure that you'll be alright
'Cause my faith is gone
And I want to take you from darkness to light
There you are, wild and free
Reachin' out like you needed me
A helping hand to make it right
I am holding you all through the night
[Chorus]
To hold you, and make sure that you'll be alright
You need me like I need you
We can share our dreams comin' true
I can show you what true love means
Just take me hand, baby please...
I'll be the one
I'll be the light
Where you can run
To make it alright
I'll be the one
I'll be the light
Where you can run
[Chorus]
I'll be the one
I'll be the light
Where you can run
To make it alright
I'll be the one
I'll be the light
Where you can run
To make it alright
I'll be the one
To hold you, and make sure that you'll be alright
I'll be the one
Jealous?
Today is the day which make me jealous most - I guest.
Just imagine. I found out people that were so lucky that they are able to shake hands with Sungha jung, take pictures with him, get his signatures, and have a short conversation with him. They even can watch his concerts. I do very jealous. But then I know someone who could tell me stories about him. Even it made me more jealous. But yet make me smile a lot. She told me about how he came, how he hugged her, and many more. I love you Sungha Jung.♡♥♡♥♡
The other stories of jealousy. I dont know why I'm so jealous if my friends had another close friends that care a lot more than me. That they can meet routinely. I felt that I'm useless. I'm nothing. And meaningless.
This night I saw a picture of "him" with his other bestfriend. And yesterday I saw his pictures with another best friends again. How could it be. I even don't have any of it. Actually I'm not sure that he thinks that I'm his bestfriend, but I don't care a lot. I just wanna have pictures tons of pictures with all my bestfriends. I wanna collect pictures and fun together. I wanna gather many things. If only I had the same passions with my bestfriends, such as kpop, dance, or theatre; I might have been the happiest person ever in this whole life.
Because based on what I observed, people get close and closer because the same passion that make them could gather a lot.
"Find your passion, find your friends. "
Sunday, 13 October 2013
Maybe It is The Last, But It is The Best
Gua seneng karena pas gua kesana bareng temen gua, gua ketemu banyak temen lama gua, ade kelas gua, teman baru, dan lainnya. Gua juga seneng karena gua bisa kenalan sama orang-orang baru. Tapi pada intinya, gua seneng ke sana karena semua temen gua. Mau yang masih inget kek, yang udah lupa, yang ga kenal, dan yang gua baru tau. Gua liat secara singkat kegiatan mereka. Gua juga banyak cerita sama temen gua, dan juga sebaliknya. Tapi pada dasarnya, gua cukup bahagia karena temen gua yang satu ini. Temen deket gua. Udah lama gua ga ngobrol akrab sama dia, biasanya hanya berupa chat biasa, atau telfonan, bahkan pertemuan singkat yang cukup membahagiakan gua.
Gua sadar, bahwa pertemuan kemarin berpotensi 90% menjadi pertemuan terakhir gua dengan teman-teman gua yang disana. Bisa juga menjadi saat terakhir gua ke tempat itu. Tapi pertemuan yang berlangsung lumayan singkat, yaitu sekitar satu setengah jam itu cukup berarti buat gua karena dengan begitu "dia" bisa banyak cerita dan ngenalin ke gua siapa aja orang-orang penting dalam hidup dia, yang dia peduliin. Yah walaupun itu bukan gua salah satunya, tapi gua bersyukur dia punya temen deket, dia punya orang yang disayangin, dan dia dipeduliin balik. Gua ngelihat betapa akrabnya mereka. Walaupun mereka different gender, tapi mereka terlihat baik satu dengan yang lainnya. Saling jailin dan masih banyak lagi. Hal ini bikin gua yakin kalau misalnya gua ninggalin dia tahun depan nanti, dia akan aman dan baik baik aja. Dia bakalan tetep ada yang jagain dan nemenin, dan orang-orang itu lebih baik dibandingkan gua.
Gua ga pernah merasa menjadi seseorang yang cukup berarti bagi dia. Gua ga pernah merasa banyak nolong dia. Malah selalu sebaliknya. Gua heran sama diri gua sendiri. Tapi yang gua inginin cuma satu, kebahagiaan untuk semua temen-temen gua.
Gua ga bisa jelasin betapa bahagia nya gua beberapa hari yang lalu dengan kata-kata. Tapi gua rasa, cukup gua sendiri aja yang tau betapa bahagianya gua, udah cukup.
Friday, October 11th, 2013.
The best friday ever this year. I thought.
I love my friends who colored my life.<3
Saturday, 12 October 2013
Shining Friends
A little faith
Brightens a rainy day
Life is difficult you can go away
Don't hide yourself in a corner
You have my place to stay
Sorrow is gonna say goodbye
Opens up
You'll see the happy sunshine
Keep going on with your dream
Chasing tomorrow sunrise
The spirit can never die
Sun will shine, my friend
Won't let you cry, my dear
Seeing you she'd a tear, make my world disappear
You'll never be alone in darkness
See my smile, my friend
We are with you, holding hands
You have got to believe, you are my destiny
We're meant to be your friends
That's what a friend should be
From this song, we can learn that friends should support each other. Hold each other and be there for the one who needed. A real friend doesn't like their best friend cry or sad. They will try to support them and give their smiles and laughs back. They provide shoulders, provide anything for the best friends.
Remember, smile is the best way to throw away sadness. Smile is the best dress to wear. Smile is the best mask in the party. Smile because we are beautiful. and the last one "You never completely dressed without smile."
That's why smile is important. Protect your best friend, take care of them, especially their smile.