Sunday, 27 October 2013

Kenangan Terindah

This song. Reminds me everything.
Ya mau gimana lagi..saat takdir sudah menuliskan apa yang harus kita hadapi. Apa yang harus kita lakukan dan apa yang akan kita dapatkan. Kita tidak dapat menolaknya. Kita harus bisa menahan segala hal yang kita inginkan dan melawan takdir. Ketika kita harus berpisah. Ketika kita harus bertemu. Ketika kita harus bersama dan ketika kita harus berhenti. 
Semua itu sudah diatur oleh Tuhan dan suratan takdir. Diatur sesuai dengan RencanaNya agar menjadi yang terbaik untuk kita. Ketika kita harus berpisah dan meninggalkan sahabat sahabat dan orang yang kita sayang. Ketika kita harus memisahkan diri dari orang yang penting dan berharga dalam hidup kita. Ketika segala sesuatunya dipisahkan oleh jarak dan waktu. 
Lagu ini menjelaskan segalanya.
Gua lemah tanpa kehadiran dia di setiap hari gua. Gua bukan apa apa saat dia sibuk dan ga inget gua. Gua sensitif disaat dia lebih perhatian sama yang lain dibanding gua. Karena dia lah sahabat gua. Teman dekat. Teman baik dan segalanya buat gua. Dia itu bukan dia. Dia itu mereka. Ya..mereka. mereka yang selalu mengisi hidup gua. Mereka yang selalu ada buat gua. Mereka yang peduli sama gua. Dan kini gua hanya bisa berharap bahwa takdir yang memisahkan kita oleh jarak tak akan memisahkan hubungan dan persahabatan yang terjalin. Pisahnya kita merupakan rencana indah bagi kita semua. Pisahnya kita adalah awal dari segalanya. 
"Kita adalah sahabat. Kita adalah teman. Kita adalah segalanya. Dan kitalah kenangan terindah itu." - ViDarmalim

Samsons kenangan terindah
Aku yang lemah tanpamu
Aku yang rentan karena
Cinta yang t'lah hilang
Darimu yang mampu menyanjungku

Selama mata terbuka
Sampai jantung tak berdetak
Selama itu pun aku mampu
Untuk mengenangmu

Darimu kutemukan hidupku
Bagiku kaulah cinta sejati

Chorus :

Bila yang tertulis untukku
Adalah yang terbaik untukmu
Kan kujadikan kau
Kenangan yang terindah dalam hidupku
Namun takkan mudah bagiku
Meninggalkan jejak hidupku
Yang t'lah terukir abadi
Sebagai kenangan yang terindah

Darimu kutemukan hidupku
Bagiku kaulah cinta sejati

Chorus

THE DAY I WENT AWAY

Lagu ini gua temuin di ipod gua beberapa waktu lalu. Awalnya sih yang terlintas di otak gua adalah orang-orang yang ninggalin gua untuk sesuatu yang lebih baik lagi. Orang orang yang merasa gua kurang baik buat mereka mungkin. Tapi semakin hari semakin beda. Feel yang dulu gua dapetin udah ilang. Malah jadi sebaliknya. 
Tapi sebelum gua cerita, coba baca lirik dibawah ini dulu.

THE DAY YOU WENT AWAY


VERSE 1 

Well I wonder could it be 
When I was dreaming 'bout you baby 
You were dreaming of me 
Call me crazy call me blind 
To still be suffering is stupid after all of this time 

PRE CHORUS 1 

Did I lose my love to someone better 
And does she love you like I do 
I do you know I really really do 

CHORUS 

Well hey 
So much I need to say 
Been lonely since the day 
The day you went away 
So sad but true 
For me there's only you 
Been crying since the day 
The day you went away 


VERSE 2 

I remember date and time 
September twenty second 
Sunday twenty five after nine 
In the doorway with your case 
No longer shouting at each other 
There were tears on our faces 

PRE-CHORUS 2 

And we were letting go of something special 
Something we'll never have again 
I know, I guess I really really know 

CHORUS 

The day you went away 
The day you went away

PRE-CHORUS 1 

CHORUS 

BRIDGE 

Why do we never know what we've got 'til it's gone 
How could I carry on 
The day you went away 
Cause I've been missing you so much I have to say 
Been crying since the day 
The day you went away 
The day you went away 
The day you went away

Gua coba ganti lirik I jadi You dan You jadi I. Dan rasanya agak pas buat gua. Atau bahkan gausah di ganti semuanya. Cukup ganti yang bagian the day you went away jadi the day i went away. Itu juga lumayan bahkan lebih nyes.
Gua cuma takut gua nangis lagi. Gua takut apa yang gua takutin melanda gua beneran. Gua takut.
Tadi pagi sebelum mandi gua nangis. Bahkan pas mandi pun gua nangis. Gua merasa semakin dekat dengan hari kepergian gua ke Surabaya semakin jauh juga hubungan gua sama yang lain. Begitulah intinya. Gua me-review satu per satu orang yang selalu ada buat gua. Dan alhasil, cuma beberapa yang gua anggep masih setia buat selalu ada untuk gua. Ga perlu gua sebut namanya, yang pasti gua merasa kehilangan sejak hari Jumat lalu. Orang yang selalu berusaha ada buat gua satu persatu menjauh [menurut gua], mereka semakin sibuk dengan seluruh kegiatan mereka. Mereka semakin sibuk dengan semua acara mereka. Mereka semakin sibuk dengan teman-teman baru mereka. Gua pengen rasanya puter waktu kembali. Ke hari Selasa, 22 September 2013. Gua pengen narik semua kata-kata gua ke temen gua bahwa gua bakal pindah sebentar lagi biar gua gaakan pernah digantikan mereka. Gua pengen rasanya pergi secara mendadak aja biar mereka ga mempersiapkan pengganti gua dari sekarang biar gua ga makin sedih. Pengennya sih ya. Tapi ga mungkin. Lagu ini pas banget liriknya..bahkan sampe tanggalnya (re-read deh) "September twenty second" jir.. gua takut. Akankah gua diinget sama mereka? Akankah hubungan gua akan sama nantinya? Gua gatau. Gua sayang sama mereka semua. Tapi hal menyakitkan adalah ketika chat lu cuma di read sama sahabat dan temen deket lu. Masalahnya gua anaknya kayak Hukum Newton Ketiga F aksi = F reaksi. Apa yang dilakukan orang itu ke gua akan gua lakukan sebaliknya dan sama. Ketika orang itu cuek maka gua akan cuek. Ketika orang itu perhatian maka gua akan perhatian. Gua cuma berharap sikap gua yang seperti ini gaakan menjauhkan gua dari siapapun. I love you guys! I hope that the day I went away will be the day we begin our new lives to be better than today and before. :')

Life is about choosing

Saat engkau merasa bodoh atas apa yang telah kamu perbuat
Saat engkau terjebak dalam perangkap cinta
Saat engkau berdiri diantara persahabatan dan pasangan
Saat engkau dikelilingi oleh orang yang menyayangimu
Saat engkau dikelilingi oleh orang yang tak peduli dengan keberadaan dirimu
Saat engkau duduk diantara orang yang menganggapmu ada ketika mereka membutuhkanmu
Saat engkau hanya merasakan kebahagiaan yang sejenak dan tak bertahan lama
Saat kebahagiaanmu berganti dengan tangisan dan kesedihan
Saat cinta berubah menjadi benci
Saat hati ingin meminta tetapi logika menolak
Saat seseorang menarik perhatian dari dirimu
Saat teman dekat berubah jadi cinta
Saat semuanya silih berganti dan tiada kejelasan akan hidup ini

Kini kebahagiaan hanyalah milik mereka yang memilih untuk bahagia
Bagi orang orang yang berusaha tertawa walaupun mereka bersedih
Bagi mereka yang terus mencintai walaupun terluka
Bagi mereka yang tetap menyayangi walaupun tersakiti
Bagi mereka yang terus mencoba meskipun gagal
Bagi mereka yang mencoba tersenyum meskipun hati tersayat-sayat
Bagi mereka yang menghibur orang yang bersedih walau mereka juga butuh hiburan
Bagi mereka yang merelakan sesuatu yang mereka sayangi untuk kebahagiaan orang lain

Terkadang kita tidak tahu apa yang akan terjadi pada diri kita
Apalagi sesuatu yang akan terjadi pada orang lain
Yang dapat kita lakukan adalah terus menjaga dan melindungi orang yang kita sayangi
Memberitahukan yang terbaik untuk mereka
Mengikhlaskan sesuatu untuk mereka
Dan menjadi tempat berbagi untuk mereka
Ketika mereka tidak tahu kemana mereka akan berlabuh
Ketika mereka tidak tahu kemana mereka ingin berbagi cerita
Ketika mereka tidak punya tempat berbagi kesedihan
Ketika mereka membutuhkan pundak untuk bersandar
Ketika mereka membutuhkan tangan untuk mengusap air mata mereka
Ketika mereka membutuhkan saran dan motivasi

Hidup ini sebuah pilihan
Pilihan untuk bahagia atau bersedih
Pilihan untuk peduli atau cuek
Pilihan untuk mencintai atau membenci
Pilihan untuk menerima atau menolak
Pilihan untuk membantu atau mengganggu

Friday, 25 October 2013

Something Bad Again, uh?

Selasa, 22 Oktober 2013.

Hari itu merupakan hari yang cerah bagiku. Aku bangun pagi, menikmati hidangan sarapan roti tawar yang disiapkan oleh ibu sebelum aku bersiap untuk berangkat ke sekolah. Aku menikmati hari-hariku meskipun hari itu terasa sangat terik dan panas. Bahkan pendingin ruangan di kelasku pun tidak berfungsi. Aku merasa lelah dan letih setelah melewati pelajaran olahraga yang menguras banyak tenaga. Aku mengantuk dan akhirnya pun tertidur di kelas. 
Saat aku sedang kelelahan. Saat aku tak tertarik untuk melakukan banyak hal. Saat itu juga aku terbangun dan langsung tak dapat mengeluarkan kata-kata lagi karena aku sungguh kaget ketika aku membaca pesan singkat dari ibuku mengenai kepindahanku.
Kepindahanku ke Surabaya kini dipercepat. Aku sungguh tak tahu bagaimana aku harus bertindak. Aku tak tahu bagaimana perasaanku akan berlabuh. Aku tak tahu apa yang harus aku lakukan.
Di satu sisi aku senang dan bahagia karena aku dapat bersama ayahku lagi. Aku senang karena aku dapat mencicipi pendidikan di sekolah yang lebih baik disana nantinya. 
Di sisi lain aku merasa sedih karena aku harus meninggalkan sekolah lamaku dengan segala tanggung jawab dan jabatan yang aku miliki. Aku juga sedih karena aku harus meninggalkan teman-teman dan sahabat yang aku kasihi dan aku sayangi. Aku sedih harus pergi dahulu ke Surabaya dan meninggalkan ibu dan kedua adikku di Jakarta untuk beberapa bulan. Aku sedih meninggalkan segalanya.
Aku tahu ini yang terbaik untuk masa depanku. Aku tahu ini adalah keputusan yang telah disepakati oleh seluruh keluargaku. Namun sayangnya dengan dipercepatnya kepergianku ke Surabaya membuat mentalku turun dan jatuh. Aku merasa aku masih belum sanggup dan masih belum mampu untuk berjuang dan bersaing disana. Aku merasa kemampuan yang aku miliki sungguh terbatas dan tidak dapat bersaing dengan teman-teman baruku yang ada disana. Aku juga takut tidak dapat beradaptasi dengan baik disana.
Selain itu, aku belum rela menerima bahwa hubunganku yang sudah dekat dengan berbagai temanku tiba tiba harus terpisahkan begitu saja. Aku menangis. Menangis tanpa henti. Awalnya aku berusaha menahan tangisan itu. Tapi aku tak dapat menahannya lagi dan akhirnya menangis tersedu-sedu sampai mataku pun bengkak. 
Tangisan hari itu tak berhenti begitu saja. Melupakan sesuatu yang memberatkan pikiranmu tidak semudah mengurangi berat badan berlebih. Keesokkan harinya aku masih menangisi hal yang sama, memikirkan hal yang sama, dan takut akan hal yang sama. Entah apa yang membuatku menjadi seperti itu. Tetapi hal itu cukup membebani pikiranku. 

Jumat, 25 Oktober 2013.
Aku semakin takut akan kehilangan segala yang telah ku miliki.
Aku takut tak dapat menerima apa yang akan ku terima kedepannya.
Aku semakin takut akan perpisahan yang akan ku hadapi.
Tetapi aku hanya dapat berdoa, berharap, dan melakukan yang terbaik untuk sesuatu yang lebih baik.
D-72.

Sunday, 20 October 2013

Inspirational Quotes

"Hidup ini paling membahagiakan ketika Anda dibutuhkan oleh orang lain dan dapat berbuat sesuatu untuk mereka." - Master Cheng Yen

Quotes diatas udah menjelaskan dengan sangat jelas bahwa kita harus saling menolong satu dengan yang lain. Tetapi banyak pikiran yang terlintas saat kita membaca kutipan diatas. Yaa..kutipan diatas gua ambil dari buku yang udah sering gua baca, judulnya Sanubari Teduh Jilid Dua. Buku ini berisi Dharma atau ajaran-ajaran Buddha yang dituliskan oleh Master Cheng Yen, pendiri Yayasan Buddha Tzu Chi.
Dari kutipan yang gua ambil diatas, gua merasa harus dibahas dengan berbagai alasan. Membantu orang memang bukanlah hal yang salah, tetapi ada pro dan kontra nya juga. Misalnya sebagai berikut :

  1. Saat kita membantu, kita mendapat pahala karena kita berbuat kebajikan. Tetapi banyak orang yang kemudian menganut hal ini sebagai doktrin bahwa untuk mendapat pahala di surga nanti kita harus berbuat baik. Hal ini dapat berujung pada kemunafikan atau hanya sekadar formalitas.
  2. Saat kita membantu orang lain, kita cenderung berharap untuk mendapatkan timbal balik. Semua orang kebanyakan berpikir bahwa ketika kita ingin ditolong atau dibantu oleh orang lain, hendaknya kita membantu mereka dahulu sebelum kita meminta. Agar orang yang kita mintai tolong tersebut enggan untuk menolak.
  3. Ada juga orang yang sama sekali tidak mau membantu dengan berbagai alasan. Misalnya karena menurut mereka hal itu tidak penting atau tidak ada gunanya. Atau mereka berpikir bahwa mereka saja belum becus mengurusi kehidupan mereka, jadi untuk apa sok jadi pahlawan untuk membantu orang lain.
  4. Ada juga orang yang berbuat baik karena merasa hidup mereka tinggal sebentar lagi, sehingga mereka harus berbuat baik demi masuk surga.

Dari pernyataan-pernyataan diatas yang saya buat dan analisis saya, saya menyimpulkan bahwa membantu orang lain hendaklah sukarela dan dengan lapang dada. Karena dengan membantu orang kita dapat mendapatkan hasil atau buahnya tanpa harus meminta dan jika kita membutuhkan pertolongan, pasti akan ada banyak orang yang akan menolong.
Saya juga bukanlah orang yang suka menolong semua orang, saya hanya mencoba berusaha untuk menolong beberapa orang. Mulailah menolong orang-orang terdekat kita, karena saya sendiri juga sudah merasakan dampak dari menolong dan saling memperdulikan satu dengan yang lainnya. Tanpa kita harus meminta, kita pun di tolong oleh orang lain.

"Helping is great. Helping is investation. By helping others, it helps ourselves." - @ViDarmalim

Throw back (MOS Event)

Setelah membaca posting-an lama blog gua, tiba-tiba gua terpikirkan untuk sharing pengalaman nge MOS-in ade kelas sekaligus jadi semacam peserta MOS lagi. Ya gua cuma bisa sharing lengkap ketika gua jadi panitia sekaligus peserta selama tujuh hari. Tiga hari-nya lagi gua officially jadi panitia MOS, tapi gua ga inget detailnya.
Yang gua inget, MOS kali ini anak MOS gua terdiri dari Elvida, Jennifer, Farrel (Adenya Ko Gerry brarti ade gua juga /?), Thomas, dan Khansa. Mereka cukup baik dan ga merepotkan. Ga susah ngurusin mereka. Selama tiga hari gua ngeMOSin mereka, gua kadang suka isengin mereka dan lain sebagainya. Gua juga jadi pembicara dalam beberapa sesi dan megang kendali acara banget. Emang melelahkan tapi itulah tugas seorang anggota OSIS, terlebih itu adalah tugas terakhir gua di OSIS sebelum pada akhirnya gua lengser.
Selain itu, gua juga inget gimana rasanya gua ngerjain anak-anak MOS, entah suruh mereka gangnam style buat dapetin tandatangan gua lah, lari-lari keliling lapangan sambil triak "Aku cinta candle tree", dan masih banyak lagi. Belum lagi orang yang menang games malah disuruh makan nanas XD bayangkan aja betapa isengnya OSIS angkatan gua.
Belum lagi ketua dan wakil ketua MOS perwakilan dari peserta MOSnya, si Amos sama Vida, itu sih udah gua kerjain abis-abisan gua suruh pimpin yel-yel terus XD ada lagi anak kelompok lain namanya Andre, itu makanan MOS ga abis malah jujur bener bilang ke gua-- padahal kan harusnya dihabisin. HAHAHA dasar XD banyak banget kenangan-kenangan unyu bareng ade kelas deh selama MOS u,u belom lagi waktu gua ngebujuk Farrel, Alvin, Andre, dan anak-anak lainnya untuk mencalonkan diri jadi ketua dan wakil ketua OSIS selanjutnya. Banyak banget deh kejadian lucunya~
Kesan pertama gua ketemu Thomas Jenni dan Vida = biasa aja. Mereka anak lama xoxo
Kesan pertama ketemu Khansa, suaranya imut abis, terus dia polos, sekarang..beh garang (?)
Kesan pertama ketemu Farrel, yaampun diemnya kebangetan. Apa iya ini adenya ko Gerry :') tapi semakin berjalannya hari dia makin baik, makin aktif, dan udah ga diem lagi. Dia iseng o_o


· Kamis, 18 Juli 2013
Hari kamis, tanggal 18 Juli 2013 merupakan hari pertama siswa-siswi SMA Candle Tree kelas XI dan XII masuk sekolah setelah libur selama satu bulan. Saat hari pertama masuk, kami semua melakukan briefing bersama dan berkumpul di aula Candle Tree. Setelah itu kami melakukan renungan bersama yang dipimpin oleh Otniel. Setelah melakukan renungan bersama, Kepala Sekolah kami, Bapak Siprianus Peren, S.Pd pun memperkenalkan guru-guru dan wali kelas yang akan mengajar kami selama satu tahun kedepan.


o Seminar Motivasi
Seminar motivasi ini dibawakan oleh Edwin Nafsan Naufal, S.Psi. Kak Edwin membawakan sesi mengenai “Muda Sukses Mulia”. Ia juga mengatakan bahwa untuk menjadi seseorang yang sukses dibutuhkan tiga aspek, yaitu kerja keras, kerja cerdas, dan kerja ikhlas.
Kerja keras berarti bekerja lebih keras dan jangan cepat puas dengan apa yang telah kita raih dalam hidup kita. Kerja cerdas berarti bekerja dengan penuh persiapan. Kerja ikhlas berarti kita bekerja dengan penuh keikhlaskan dan jika kita direndahkan oleh orang lain, kita buktikan dengan segala prestasi yang kita raih.
Agar kita bisa menjadi pribdai yang dapat bekerja keras, kita harus melakukan deliberate practice dan focus pada kelebihan diri kita sendiri bukan kekurangannya. Jika kita sudah bisa bekerja keras, maka akan mudah bagi kita untuk bekerja cerdas dan bekerja ikhlas. Kita harus yakin pada diri kita sendiri bahwa kita bisa. 

o Sosialisasi Pengurus OSIS dan BPS
Sosialisasi pengurus OSIS disampaikan oleh saya dan Reddy selaku Ketua dan Wakil Ketua OSIS SMA Candle Tree. Dalam sesi ini, kami menjelaskan mengenai criteria untuk menjadi ketua dan wakil ketua OSIS untuk periode mendatang. Untuk menjadi seorang ketua atau wakil yang baik seseorang baik untuk menjadi anggota OSIS maupun BPS harusnya memiliki kreativitas, rendah hati, bertanggung jawab dan masih banyak lagi.

o Briefing performance kelas
Briefing untuk performance kelas dilakukan untuk menginformasikan kepada setiap kelas tentang tugas mereka dan cerita rakyat dari daerah manakah yang harus diangkat. Untuk kelas saya, kami ditugaskan untuk mengangkat cerita dari daerah Flores.

o Pelatihan penulisan laporan tertulis dan video
Pada sesi ini kami diajarkan untuk membuat laporan baik secara tertulis maupun secara documenter atau video. Sesi laporan tertulis dibawakan oleh Lestari Eliza dan sesi laporan video dibawakan oleh Bapak Robby Kurniawan. Untuk sesi laporan tertulis, kami diberikan contoh dalam pembuatan laporan tersebut sehingga kami pun lebih mengerti bagaimana membuat laporan tersebut. Namun sayang, untuk sesi laporan video, kami tidak diberikan contoh sehingga kami kurang menangkap isi dari sesi tersebut.

· Jum’at, 19 Juli 2013
Pada hari ini, kami mengawali segalanya seperti biasa, yaitu ibadah pagi yang dipimpin oleh Reddy. Kemudian acara dilanjutkan dengan pentingnya drill bagi pemuda zaman sekarang dan manfaat yang dapat diperoleh. Setelah itu, kami mulai melakukan drill. Suatu kesempatan yang sangat berharga bagi saya karena saya dan teman-teman dari organisasi Boys’ Brigade dipercayakan untuk melatih teman-teman SMA Candle Tree, tidak hanya anak kelas X, tetapi juga anak kelas XI IPS dan XI IPA, juga kelas XII IPS dan XII IPA. Saya ditugaskan untuk melatih kakak-kakak kelas dari kelas XA. Dapat dikatakan bahwa saya cukup galak dan tegas dalam pelatihan hari ini, bahkan ada adik kelas yang mengatakan seperti itu. Namun saya tak ambil hati, karena ada juga adik kelas yang memuji saya karena saya dapat menempatkan diri dan mengambil tindakan seperti yang mereka mau. 


o Effective Learning
Setelah acara drill selesai, kami pun melanjutkan acara kami dengan seminar “The Secret of Golden Learning”. Sesi ini dibawakan oleh Ibu Hanlie Muliani. Kami diajarkan banyak hal di sesi ini. Pada awalnya kami diajarkan untuk mengenali dahulu dalam kategori apakah kita digolongkan dalam hal belajar. Apakah kita memiliki semangat belajar yang tinggi, biasa saja, ataupun kurang bersemangat dalam belajar. Namun sebelumnya kami semua diberi tahu bahwa kitta harus relaks pada saat belajar dan tidak boleh terlalu tegang. Karena jika kita terlalu tegang dalam belajar, maka kita tidak akan mendapatkan apapun. 
Kami juga diajarkan untuk mengenal gaya belajar kita. Apakah kita ini seorang pelajar yang belajar dengan kategori visual, kinestetik, ataupun audiotori. Orang yang gaya belajarnya secara visual dapat belajar dengan membuat ringkasan maupun mindmapping. Sedangkan orang yang gaya belajarnya secara audiotori dapat belajar dengan maksimal dengan cara mendengarkan penjelasan guru dengan baik. Dan orang yang belajar secara kinestetik dapat belajar dengan mudah dengan cara melakukan aktivitas yang ia senangi dahulu sebelum memulai belajar untuk mengembalikan mood belajarnya.
Karena belajar itu bukanlah bakat tetapi bergantung pada sikap. Kita adalah apa yang kita pikirkan.

Hari ini juga merupakan hari pertama saya masuk ke kelas XI IPA dan berkumpul bersama teman-teman saya. Kami berkenalan satu sama lain dan mendiskusikan hal apa yang akan menjadi bahan performance kami. Kemudian topic tersebut sangat pas untuk mendekatkan kami satu sama lain, dan saya rasa, saya sangat nyaman ada di kelas ini.

· Senin, 22 Juli 2013
o Manajemen Waktu

Sesi ini dibawakan oleh Kak William dari Aethra. Pada sesi ini, kami diajarkan untuk me-manage waktu kami agar kami semua dapat mencapai tujuan yang telah kami tetapkan. Setelah itu kami pun diberi selembar kertas yang berisi apa rencana kami mulai dari kami duduk di bangku SMA sampai dengan lulus kuliah nanti ada apa cita-cita kami. Ada pepatah mengatakan, “The trouble with not having a goal is that you can spend your life running up and down the field and never score.” – Bill Copeland. Untuk menjadi seseorang yang sukses kita harusnya memiliki tujuan yang jelas agar kita dapat lebih focus pada hal-hal penting dalam hidup kita, menentukan tujuan, dan menyelesaikan tugas dengan efisien. 
Memanajemen waktu kita sendiri merupakan hal penting yang harus kita ketahui dan pelajari. Karena waktu itu bagaikan roda dan jari-jarinya. Jika salah satu jari-jari dari roda tersebut tidak seimbang, makan roda tersebut akan rusak. Oleh karena itu, kita perlu membagi waktu dengan benar antara hobi, belajar, pertemanan, keluarga, dan masih banyak lagi. Kita harus tau apa prioritas kita. Kita harus belajar untuk memprioritaskan hal-hal yang penting.
Namun kebanyakan dari kita melakukan hal yang sebaliknya. Banyak orang zaman sekarang yang hanya memprioritaskan hal-hal yang sesungguhnya tidak penting. Atau bahkan banyak juga pelajar masa kini yang memprioritaskan hal-hal yang genting namun tidak penting atau genting dan penting. Karena sekarang system belajar “SKS” sudah menjadi trend masa kini. Banyak pelajar menggunakan Sistem Kebut Semalam (SKS) dalam mengerjakan tugasnya.. akibatnya banyak pekerjaan atau tugas-tugas menjadi tidak sempurna dan memuaskan. 

Kita harus mempunyai prinsip “Dream, Believe, and Make it happen”. Karena jika kita hanya memimpikan saja tetapi kita tidak percaya akan mimpi kita, kita tidak mungkin dapat mewujudkan mimpi atau harapan kita ke depannya. Kita harus memiliki perencanaan mulai dari sekarang walaupun apa yang kita dapatkan tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan.


o ICT for Learning / Technopreneurship
Technopreneurship adalah wirausaha berbasis kreativitas teknologi informasi. Sesi ini dibawakan oleh Bapak Charles Lim dari SGU (Swiss German University). Pada sesi ini kami diajarkan untuk memanfaatkan teknologi yang kita miliki dengan sebaik-baiknya. Jika perlu, dengan mengembangkan kembali teknologi-teknologi yang kita miliki agar dapat memudahkan orang lain, dan menguntungkan baik bagi diri sendiri maupun orang lain.


o Seven Habits
Sesi ini dibawakan oleh Bapak Simon Mangatur, guru agama kami. Pada awal sesi ini, dimulai dengan sebuah film yang berjudul “Seutas Kasih untuk Latifa”. Film ini bercerita tentang sebuah keluarga kecil yang penuh dengan keterbatasan tetapi dapat melaksanakan tujuh kebiasaan penting yang ada untuk kefektifan dalam bekerja. 

Pada sesi ini, kami belajar tentang personal management, goal setting, proactive, communication, synergy, dan self renewal. Selain itu, kami juga belajar hal-hal apa saja yang harus kami lakukan untuk mencapai saat interpendence. Karena pada awalnya kita semua hanyalah orang-orang dependence yang kemudian menjadi independence dan akhirnya menjadi interpendence.

· Selasa, 23 Juli 2013

o Sosialisasi Ekstrakulikuler

Pada sesi ini, kami panitia dari OSIS bekerja sama dengan guru dan juga para peserta ekstrakulikuler melakukan berbagai demo ekskul. Ada demo memasak dari cooking class, pembuatan lilin dari science club, performance perkusi, dan pertandingan free throw dan three point dari basket, dan ada juga penalty dengan mata tertutup tanpa kiper dari ekskul futsal. Acara berjalan dengan cukup meriah dan partisipasi dari para siswa siswi pun terlihat. 

· Rabu, 24 Juli 2013

o Senam Pagi
Sesi senam pagi dipimpin oleh Kenhard, Naftalia, dan Cindy. Acara ini berlangsung sekita empat puluh menit dan berlangsung sangat meriah. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, senam pagi yang diadakan ini merupakan senam aerobic dan dipimpin oleh murid sendiri. Senam ini juga terlihat lebih hidup dan diikuti oleh semua siswa-siswi SMA Candle Tree tanpa terkecuali guru-guru dan kepala sekolah.

o Kerja Bakti dan Bakti Sosial

Setelah melakukan senam pagi bersama, kami pun melanjutkan aktivitas kami dengan kerja bakti dan mengirimkan beberapa perwakilan dari murid SMA Candle Tree untuk melakukan bakti sosial di beberapa titik yang telah panitia tentukan seperti, Alam Sutera, Graha Raya, dan BSD. Bakti sosial ini dilakukan dengan cara memberikan sembako yang telah kami kumpulkan dalam satu minggu terakhir yang kemudian diberikan kepada para tukang sapu di sepanjang jalan yang telah kami tentukan.
Sedangkan kerja bakti dilakukan di dalam sekolah SMA Candle Tree dengan dibagi menjadi empat titik, yaitu Aula, Kali sekolah, lapangan basket belakang, dan lapangan rumput. Kerja bakti ini dibagi menjadi sepuluh kelompok yang setiap kelompoknya terdiri atas siswa kelas X, XI, dan XII.

o Debat Calon Ketua dan Wakil Ketua OSIS
Pada sesi ini, kami melakukan debat. Debat ini diikuti oleh seluruh siswa-siswi SMA Candle Tree di Aula. Pada sesi ini, ada tiga pasang calon yang mengikuti dan saya bertindak sebagai pemberi pertanyaan berbasis bahasa inggris sekaligus Wakil Ketua Osis periode 2012/2013 yang memberi penilaian.
Acara ini berlangsung cukup meriah karena Tim Sukses dari masing-masing pasangan memberikan performance nya masing-masing untuk mendukung tim mereka.


· Kamis, 25 Juli 2013

o Novel Launching
Peluncuran novel yang berjudul “Death Follows” berjalan cukup meriah dan lancar. Walaupun ada sedikit kendala pada bagian akhir, tetapi secara keseluruhan, acara tersebut sudah berjalan dengan baik dan cukup menarik perhatian pada tamu undangan dan tamu-tamu lainnya.

o Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS
Pemilihan umum Ketua dan Wakil Ketua OSIS periode 2013/2014 berjalan dengan sangat baik. Pada sesi ini, kami akhirnya mendapatkan pasangan dengan kandidat nomor satu yang memenangkan pemungutan suara pada pemilihan umum kali ini dengan memenangkan 74 suara. Kandidat kedua mendapatkan 37 suara dan kandidat ketiga mendapatkan 44 suara.

o Sidang Penetapan
Setelah kami menyelesaikan proses pemilihan umum Ketua dan Wakil Ketua OSIS periode 2013/2014, kami pun kemudian melanjutkan untuk melakukan sidang penetapan yang menetapkan Ketua dan Wakil Ketua OSIS periode baru, dan Ketua dan Wakil Ketua BPS periode baru.

· Jum’at, 26 Juli 2013

o Performance Kelas
Setiap kelas menampilkan performance-nya masing-masing sesuai dengan daerah yang telah ditentukan oleh panitia guru. Kelas kami menampilkan cerita rakyat asal daerah Flores, NTT, yang berjudul Lona Rara dan Lona Kaka. Namun sayang, kelas kami tidak memenangkan perlombaan performance kelas tersebut. Performance dari kelas lain sangat kreatif dan bagus.

o Pengumuman dan Apresiasi
Pada sesi ini, dibacakanlah pemenang performance kelas, penalty futsal, lomba three point, dan peserta MOS terbaik.

o Ibadah Penutupan
Ibadah ini dipimpin oleh tim ibadah dari kelas XI dan XII. Dan dibawakan oleh Bapak Effendi. Ibadah ini bertemakan tentang “The Next Level”. Kami dipastikan untuk berkomitmen agar kami dapat menjadi pribadi yang lebih baik lagi nantinya. 

Saturday, 19 October 2013

Friendship nowadays

'FWB'
Friend with benefit.
Teman dengan keuntungan.
Singkatan yang bagus yang gua dapetin dari temen gua, Jason. (15/10 - 10.35)
Disamping itu, gua juga akhirnya tau perbedaan antara temen deket dan sahabat. Beda. Asli beda. Dia kasih tau gua temen deket dan sahabat itu beda. Temen deket itu temen yang selalu ada buat kita meskipun kita bukan temen mainnya. Sahabat adalah orang yang selalu jadi temen main kita dan selalu ada buat kita.
Dan asal kalian tau.. :') tibatiba gua terdiam dan speechless banget. Gua terpikirkan oleh semua orang yang deket sama gua saat ini. Orang yang gua anggep sahabat selama ini. Apa iya gua udah salah memberi predikat terhadap temen temen gua sekarang. Apa iya gua harus merenungi ulang semua ini..
Temen temen deket gua bisa dibilang cuma 'fwb' atau real. Sahabat yang selama ini gua anggep cuma fwb. Aduh gua bingung dan masih harus merenungi semuanya.
Menurut Jason, pertemanan seorang wanita emang kebanyakan begitu. Banyak kemunafikan dan lainnya. Ga jauh beda juga sama cowok. Tapi bedanya cewek lebih gimana gitu. Itu udah menjadi sesuatu hal wajar dan biasa.
Semoga saja dalam beberapa hari ini..beberapa minggu ke depan..dan beberapa bulan ke depannya gua dapat menemukan jawaban atas segala pertanyaan yang gua hadapin sekarang tentang pertemanan gua yang sudah semakin kacau.

From the toughest to the happiest~

Beberapa hari yang lalu, tepatnya tanggal 16-18 Oktober gue ikut retreat dari sekolah gua. Sebenarnya yang gua dapetin bukan kesan mengenai ke-Tuhan-an nya. Tetapi tentang makna kehidupannya.
Retreat kali ini gua ditemenin sama Wali Kelas kelas IPS, nah gua jd pengen kan punya wali kelas kayak dia-- jadi begini..berhubung gua dan dia sama-sama orang yang non kristen alias buddha, kami jadinya bercerita tentang banyak hal. Ga maksud untuk ga menghargai, kami hanya berkomentar dan memberi masukkan aja tentang setiap sesi melalui pola pikir dan cara pandang kami. Selain itu kami juga membahas kembali tentang sesi-sesi yang ada di dalam kegiatan itu.
Hari pertama gua sama sekali ga enjoy dengan kegiatan retreat itu. Ngeliat tempatnya aja kurang tertarik. Eh hape disita pula. Gua makin bosen dan akhirnya gua bengong dan meratapi hidup gua. Ga lama kemudia akhirnya gua nangis di dalam kebosenan dan kebeteannya gua. Tetapi ga lama kemudian akhirnya gua dihibur Pa Chandra. Ya mungkin cuma dia yang mengerti keadaan gua selama retreat. Di dalam setiap sesi retreat  itu dia selalu nemenin gua. Duduknya ga jauh jauh dari gua, bisa di bilang sebelahan tapi dipisahkan satu orang. Selain itu di tengah kebetean gua, Evans dan Samuel nemenin gua dan mencoba menghibur gua. Hiburannya ga directly gitu sih, tapi dengan isengin gua, dengan becandain gua dan berbuat idiot di depan gua itu udah cukup menghibura gua dan gua bahkan lupa kalau gua lagi bete. Dan pada akhirnya malam pun tiba, dan ternyata bujukan gua ke guru gua untuk balikin hape pas malem dikasih. Hape dibalikin dan gua telfonan dan cerita sama ade gua. Terus gua whatsapp-an sama temen-temen gua. Ada ade kelas, ada anak atha, ada juga kaka kelas alumni yang udah bener-bener kayak koko gua sendiri. Dan bahkan orang yang ikut retreat aja whatsapp an juga sama gue-..-dan pada akhirnya gua ga bisa tidur sampe jam 2 pagi keesokan harinya.
Gua bangun jam 5 pagi dan sama sekali ga ngerasain ngantuk seharian. Ikut saat teduh masih have fun sama evans samuel. Ikut sesi masih woles sama Pa Chandra. Ikut outbound dengan sedikit ga mood dan akhirnya dimanjain Pa Chandra (?) gua udh berasa kayak anaknya sendiri dan gua nyaman untuk cerita bareng dia, untuk minta tolong dan juga nyusahin dia. Enjoyable banget. Gua pengen punya guru kayak dia. Dan bersyukurnya pada saat outbound itu guru pendamping gua Pa Chandra! BA-HA-GI-A~ dia bener-bener membantu gua dan sangat memanjakan gua wuakaka gimana engga? Kacamata basah dia yang lap-in, terus rambut kotor dia yang iketin lagi pada saat tangan gua udah berlumuran dengan lumpur bekas outbound. Pokoknya dia yang selalu nolongin gua.
Ga cuma itu, acara outbound yang diadakan dalam kegiatan retreat ini sangatlah berbeda dengan acara sebelumnya. Dalam kegiatan ini, kami tidak hanya sekedar bermain dan bersenang-senang saja, tetapi dalam setiap permainan yang kami mainkan, kami diajarkan untuk merefleksikannya kembali agar kami dapat memaknai segalanya. Ada empat acara penting dalam outbound, seperti :

1. Pos I (Kak Danny)
Di pos ini kami harus menyebrangi lumpur yang sangat basah dan kotor dengan berbagai situasi. Beberapa dari kami tangannya diikat, beberapa lagi kakinya terikat dan ada juga yang matanya tertutup. Kami harus menyebrangi tantangan itu dan terlihat sangat menjijikan. Tapi meskipun begitu, kami belajar bahwa untuk mencapai kesuksesan, seperti Yesus yang berkorban demi menebus dosa manusia.

2. Pos II (Kak Burhan)
Di pos ini kami belajar untuk bekerja sama, jujur, dan focus pada tujuan kita. Meskipun banyak yang membebani kita dan menjadi penghalang dalam hidup kita dalam mencapai sebuah tujuan, kita harus tetap focus. Karena semakin tinggi tujuan yang ingin kita capai, semakin banyak halangan yang terjadi. Dan jika kita ingin sukses, kita pasti mengandalkan orang lain juga, tidak mungkin sendirian.

3. Pos III (Kak Xiao Long)
Di pos ini kami belajar untuk bekerja sama dan bersama-sama menutup celah dan lubang yang diumpamakan sebagai masalah dalam hidup manusia. Jika kita menyelesaikan masalah yang besar sendirian itu akan menjadi hal yang sulit bagi kita untuk diselesaikan sendiri, kita dapat meminta tolong teman kita yang lain untuk membantu agar dapat bersama-sama menyelesaikannya dan mencapai kesuksesan.

4. Pos IV (Kak Leonard)
Di pos ini kami berusaha memecahkan masalah dari clue yang telah diberikan. Clue nya adalah :
  1. Langkah pertama tidak pernah salah
  2. Sejarah itu penting, masa lalu adalah modal utama
  3. Lakukan langkah yang sama secara berulang dan konsisten
Clue yang diberikan ini pun sekaligus sebagai pelajaran bagi kami semua. Yaitu apapun langkah yang kita ambil harus kita lanjutkan kembali. Kita tidak pernah salah lahir di keluarga yang kaya maupun yang miskin. Kita hanya perlu belajar dari sejarah yang ada, dan mengisi kembali sejarah dan masa lalu itu dengan hal-hal yang semakin baik setiap harinya.

Sayangnya setelah outbound yang menyenangkan itu gua jadi lemes karena migran. Jadinya gua tiduran dulu deh. Beberapa menit yang cukup melegakan. Gua seneng hari itu bisa berjalan cepat karena banyak games. Tapi gua migran-- lemes deh. Akhirnya gua tiduran karena gua kecapean~ yaudah deh akhirnya gua duduk-duduk dan tiduran. Udah agak enakan baru ikut sesi lagi. Setelah semaleman kelar akhirnya kita duduk duduk liatin api unggun dan gua telfonan sama temen gua selama se-jam lebih. Gua cerita banyak dan begitu juga dia. Ya lumayan lah nunggu sampe gua ngantuk dan lelah, dan akhirnya tidur. Malem itu gua tidur super nyenyak.

Keesokan harinya gua pun bangun dengan terpaksa karena masih ngantuk dan masih pengeenn banget buat tidur. Akhirnya kita laluin saat teduh bersama dan akhirnya kita bersiap-siap untuk ke air terjun curug. Lumayan bagus tapi sayangnya sempit. Ga sebagus yang di gunung gede. Tapi akhirnya gue foto-foto sama kaka pembinanya kecuali Ka Burhan karena dia ada di seberang air terjunnya XD

nah ini dia ka danny (yang tattoo-an), ka xiao long (yang diatas gue), ka toni (yang gendut kepala naik), ka leo (baju putih di depan)

Dan akhirnya gua pun pulang dengan terkapar dan akhirnya ketiduran di bus :3 pulang ke rumah mandi makan, nyuci baju, beresin buku, dan akhirnya kerjain laporan~

I'm Idiot, I'm Stupid, but This Is Me!


Aku terlahir di keluarga sederhana yang tergolong keluarga biasa, tidak kaya tetapi juga tidak miskin. Orang tuaku selalu berusaha mencukupkan segala kebutuhanku. Aku merupakan anak pertama dari tiga bersaudara sebagai putri sulung. Dilahirkan secara normal oleh seorang ibu muda pada tanggal 11 Agustus 1997 di sebuah bidan di Riau. Saat ibuku sedang mengandung diriku, ibuku mengalami banyak kesulitan. Ibuku mendadak lumpuh dan tak dapat berjalan. Ia terbaring di tempat tidur. Bahkan untuk ke toilet yang jaraknya dekat pun tak sanggup. Ayahku, yang untungnya seorang wiraswasta, terpaksa harus memapah ibuku dan aku, yang saat itu masih dalam kandungan, untuk ke toilet dan mengecek kandungan ibuku.

Seorang bayi mungil dengan berat kurang lebih 3,2 kilogram pun akhirnya lahir hari itu. Perjuangan yang cukup panjang dilalui oleh ibuku demi aku. Entah seberapa sakit yang ibuku rasakan saat itu, aku pun tak dapat mengetahuinya dengan jelas. Ayahku menitikkan air matanya karena tak sanggup melihat sakit yang diderita oleh ibuku demi melahirkan aku. Hingga saat aku lahir ke dunia ini, ayahku akhirnya benar-benar menitikkan air mata bahagianya atas kelahiran putri pertamanya, Aku.

Perjuangan ibuku tak selesai begitu saja. Masih banyak perjuangan lain yang ibuku rasakan. Hampir setiap malam aku menangis. Ibu berusaha menidurkanku agar aku berhenti menangis. Ibu memberikanku susu asi, aku tak mau. Sampai akhirnya ayah dan ibu harus membawaku keliling kota terlebih dahulu agar aku bisa tertidur lelap. Kebiasaan-kebiasaanku membuat ayah dan ibu kerap kali kesusahan. Tetapi ayah dan ibu selalu berusaha menurutinya agar aku tidak lagi menangis.

Aku belajar menengkurapkan badanku pada umurku yang keempat bulan. Kemudian belajar merangkak. Di umurku yang satu tahun, aku belajar duduk dan berbicara. Saat umurku sudah mencapai satu setengah tahun, aku pun sudah mahir berjalan dan sesekali berlari.

Ayahku yang saat itu adalah pengusaha labi-labi membiarkanku bermain dengan salah seekor dari labi-labinya. Karena pada saat itu aku belum memiliki adik yang bisa diajak bermain, aku bermain dengan segala jenis binatang yang ada.

Masa kecilku dipenuhi oleh banyak pengalaman-pengalaman berharga. Karena ayahku begitu mengasihiku, ayahku membelikanku seekor anjing dalmantian yang diberi nama Hero untuk menemaniku bermain sembari menunggu kelahiran adikku yang masih di dalam kandungan ibuku.

Aku bermain bersama labi-labi, kura-kura yang ditemukan pekerja ayahku di belakang rumahku, kemudian ular yang dibeli ayahku, dan anjing kesayanganku. Di umurku yang ketiga, aku mulai belajar menjadi “nakal”. Saat aku bermain bersama ular dan ayahku, salah satu pekerja ayahku yang biasa ku panggil Uwak Trubus sedang mandi. Ayahku dan aku merupakan orang yang cukup iseng sehingga aku memasukkan ular yang ku pelihara ke dalam kamar mandi itu, dan uwak pun berteriak dan keluar dari kamar mandi dengan keadaan setengah telanjang dan hanya ditutupi dengan handuk. Itu merupakan pengalaman unik dan lucu bagiku, namun bagi uwak pasti merupakan kejadian yang memalukan. Namun tetap saja, kejadian itu tetap diingat sampai uwak menghembuskan nafasnya tahun 2005 lalu.

Belum lagi dengan kebodohan-kebodohan yang ku perbuat saat aku belajar bahasa. Keluargaku merupakan keluarga dengan keturunan Chinese, sehingga aku juga harus menguasai bahasa keluargaku, yaitu Bahasa Hokkien. Sayangnya aku tinggal jauh dari orang-orang Chinese lainnya, oleh karena itu aku sulit untuk belajar. Padahal ibu dan ayah selalu mengajariku setiap harinya. Tetapi tetap saja aku tak memiliki keberanian untuk berbicara dalam Bahasa Hokkien. Aku sebenarnya mengerti tapi tak pandai berbicara. Sampai suatu hari, ibuku sengaja tak memberikanku makan siang padahal aku sudah merengek karena kelaparan. Ibu berbicara dalam Bahasa Hokkien mengatakan bahwa jika aku tak meminta makan dalam Bahasa Hokkien, Ibu tak akan memberikanku makan siang. Aku tetap merengek dan tidak mau berbicara dalam Bahasa Hokkien. Ayahku sedih melihat aku kelaparan dan membujuk ibuku. Tetapi tetap saja ibuku bersih keras untuk tidak memberikan aku makan. Dan saat itulah menjadi pertama kalinya aku berbicara dalam Bahasa Hokkien.

Hingga pada saat aku beranjak semakin dewasa, akhirnya aku pun duduk di bangku TK. Aku memulai hidupku sebagai seorang pelajar. Kewajibanku pun bertambah seiring dengan berjalannya waktu.

Setelah empat tahun aku bertempat tinggal di Riau, akhirnya ayah dan ibu pun memutuskan untuk kembali ke kota asalku, kota Medan yang indah. Aku kembali dan masuk sekolah. Sutomo. Satu-satunya sekolah yang ku masuki semenjak aku TK hingga dengan SD. Ayah dan ibu memutuskan untuk menyekolahkan aku disana. Begitu juga dengan kedua adikku nantinya.

Aku bukanlah seorang murid yang cerdas dan pintar, apalagi rajin. Saat masih duduk di bangku TK, aku kerap kali datang terlambat ke sekolah. Dalam seminggu sekolah, aku datang tepat waktu hanya sekitar dua sampai tiga hari saja. Meskipun begitu, aku tetap dapat mengikuti pelajaran-pelajaran sekolah dengan cukup baik. Ibu dan ayah membekali diriku dengan kursus-kursus seperti bimbel dan kursus Bahasa Inggris. Hal tersebut membekali diriku untuk pelajaran-pelajaran di sekolah. Namun tetap saja, tidak dapat dipungkiri, aku lemah dalam pelajaran seni dan olahraga. Nilaiku untuk pelajaran itu tidak begitu memuaskan. Namun untungnya tuntas. Sehingga peringkat kelas bukanlah menjadi pokok dari sekolahku.

Seolah tak mau kalah dan bangkit dari TK, aku belajar dengan tekun. Aku diberikan kursus komputer dan sempoa sebagai pelengkap kursus bimbel dan Bahasa Inggris oleh orangtuaku. Awalnya aku hanya menjalaninya seperti biasa. Namun tak disangka, aku akhirnya mencapai peringkat pertama di kelas semester itu. Sungguh sesuatu yang diluar prediksiku dan keluarga. Ibu, orang yang paling kaget dengan hasil yang ku peroleh, langsung menanyakan kepada teman-temanku yang ada pada saat itu. Aku pun dengan bangga pulang ke rumah dan memberitahukan ayahku.

Pencapaianku tak berhenti pada titik itu saja. Pada semester selanjutnya, aku pun kembali meraih peringkat pertama di kelas. Kemudian saat aku naik kelas dua, aku pun terus berjuang untuk mempertahankan pencapaianku. Akhirnya pencapaianku dapat ku perjuangkan hingga kelas tiga semester pertama. Entah apa yang terjadi, di semester kedua, peringkatku turun drastis. Aku mendapatkan peringkat keempat. Sungguh diluar dugaanku. Aku merasa gagal dan jatuh. Aku tak tahu dimana salahku. Tetapi aku bangkit, aku berusaha kembali. Di kelas empat, akhirnya aku mendapatkan kembali gelarku, peringkat pertamaku.

Peringkat pertama di kelas empat semester satu, merupakan peringkat terakhirku di sekolah itu. Aku akhirnya pindah sekolah kembali. Awalnya guru-guru dari sekolah lamaku tidak mengizinkanku untuk pindah sekolah, karena menurut mereka aku merupakan salah satu murid yang berprestasi di sekolah itu dan sayang sekali jika harus berpindah ke sekolah di daerah. Namun setelah berbincangan yang cukup panjang antara orangtuaku dan guru-guruku, akhirnya mereka pun mengikhlaskannya dan memberikanku dan adik-adikku surat pindah.

Berpindah dari Medan kembali menuju Riau, aku pun mulai belajar untuk beradaptasi dengan lingkungannya dan teman-teman. Hal yang membuatku bingung saat sampai disana dan memulai hari pertama sekolahku dan adik-adikku adalah proses belajar mengajar yang cukup berbeda dan tingkat kesulitan dalam materi yang diajarkan. Tidak bisa dipungkiri, memang perbedaan pelajaran di daerah dengan di kota sungguh berbeda. Bahkan cara mengajarnya juga. Di daerah, para pengajar cenderung menggunakan cara-cara kekerasan, sedangkan di kota menggunakan cara halus.

Bersekolah di Riau dengan kondisi sekolah yang benar-benar berbeda dengan teman yang sangat asing menurutku, membuat aku tak pernah kerasan berada disana. Aku merasa ada yang hilang. Ada yang berbeda. Ya, banyak sekali perbedaannya. Perbedaan bahasa, cara berpikir, dan bahkan gaya hidup. Hal itu jugalah yang memancing terlihatnya perbedaan yang sangat mencolok antara aku dan teman-temanku, adikku dan teman-temannya. Oleh karena itu, tak jarang kami mengalami pembully¬an ringan di sekolah itu yang memang mayoritasnya penduduk asli daerah tersebut.

Awalnya kami membiarkan hal itu terjadi, karena masih dapat kami atasi. Namun semakin lama, pembullyan itu semakin tidak wajar dan tidak dapat saya terima. Adik terkecilku, pernah hamper dilukai oleh temannya. Masalahnya sepele, adikku sangat menyukai pelajaran sempoa, kemudian ia selalu mendapat nilai yang cukup tinggi dalam pelajaran itu dan salah seorang temannya tidak menyukai hal tersebut. Kemudian terjadilah pembullyan berupa anak tersebut berusaha menusuk adikku dengan beberapa tusuk sate. Untunglah saat itu aku sedang mengunjungi adikku untuk memberikannya bekal makan siang, jika tidak, aku sudah tidak tahu bagaimana nasib adikku.

Pembullyan tidak hanya terjadi pada adik terkecilku itu, adik pertamaku juga mengalami pembullyan, tetapi tidak dengan kekasaran. Adikku merupakan anak laki-laki satu-satunya di keluargaku, Ibuku sangat menyayanginya dan selalu membelikannya alat-alat tulis dan perlengkapan-perlengkapan lain yang bagus dan bermerek. Tetapi sayang, tiap kali ibuku membelikan barang-barang bagus untuknya keesokan harinya barang itu sudah hilang. Aku awalnya menduga bahwa adikku merupakan orang yang sangat ceroboh. Tetapi setelah dicari tahu, aku dan adikku menyadari bahwa barang-barang yang kami bawa dari rumah, yang dibelikan oleh orangtua kami sangat berbeda dengan yang mereka miliki, sehingga mereka juga ingin memiliki apa yang kami memiliki dan kemudian mencurinya. Sejak saat itulah, adikku tak pernah membawa banyak barang ke sekolah karena pada akhirnya akan dicuri oleh temannya.

Lalu apa yang terjadi dengan aku? Ya, aku mengalami pembullyan yang terparah menurutku. Karena sejak pertama kali aku masuk ke sekolah itu, aku merasa guru yang mengajari kami memperlakukanku secara tidak adil. Belum lima menit aku memulai pelajaran di sekolah itu, aku sudah dijewer oleh guru olahragaku karena melakukan kesalahan. Sesungguhnya, itu seharusnya bukan merupakan kesalahanku. Di sekolah lamaku, aku tidak pernah diajari baris berbaris sehingga aku tidak mendapatkan dasar apapun dalam pelajaran itu. Namun aku sudah memberitahukan guru olahragaku dan ia berkata bahwa ia akan mengajariku dan aku cukup mengikuti perintahnya. Dan yang memnuatku jengkel adalah saat pelajaran dimulai, dia berkata “Anak-anak ikuti saya jika tidak mengerti” dan kemudian memberi aba-aba “Balik kanan gerak”. Aku pun sentak mengikuti aba-aba yang ia berikan, dan ternyata ia memberikan contoh yang salah, ia memberikan contoh untuk aba-aba “balik kiri” yang sebenarnya tidak ada di dalam aba-aba baris berbaris, kemudian ia menghampiri kami yang melakukan kesalahan satu persatu dan kemudian menjewer kami, ia pun marah dan membentak kami sambil berteriak “siapa yang menyuruh kalian mengikuti contoh yang salah?!”.

Perjalananku disekolah itu tidak selesai begitu saja. Aku yang dahulu suka menguncir rambutku menjadi dua dan dikepang bagaikan gadis jepang itu seperti mengundang kegemasan terhadap teman-temanku. Mereka sering menarik rambutku dengan alasan gemas dengan rambutku, tetapi menariknya hingga aku merasa sangat kesakitan. Awalnya aku hanya diam saja tanpa banyak mengadu kepada guru dan orangtuaku, tetapi lama kelamaan teman-temanku menjadi sangat menjengkelkan, dan akhirnya aku membentak mereka. Keesokkan harinya, orangtuaku pun datang ke sekolah untuk melaporankan kejadian ini kepada guruku agar guruku dapat memperingati temanku yang nakal itu.

Banyak hal yang terjadi di sekolah itu. Mulai dari aku dielu-elukan oleh guru dan teman-temanku karena aku dianggap anak jenius sampai dengan aku mengajari guruku sendiri. Padahal sesungguhnya pelajaran yang aku dapatkan di sekolah itu sudah pernah aku dapatkan di tingkat sebelumnya di sekolah lamaku.

Tiga bulan lamanya aku bersekolah disana sebelum akhirnya aku harus pindah sekolah lagi, yaitu ke Jakarta. Saat itu perekonomian keluargaku sedang tidak stabil. Sehingga ayahku selalu mengupayakan pekerjaan yang lebih baik untuk mencukupi kebutuhan keluargaku.

Sesampainya kami di Jakarta, kami pun mencari sekolah yang akan kami masuki untuk tiga bulan ke depan sebelum ujian kenaikan kelas tiba. Akhirnya kami pun diterima di sebuah sekolah. Tiga bulan lamanya, kami hanya melakukan ujian susulan, mengerjakan tugas, dan ulangan agar rapot kami dapat mendapatkan nilai yang bagus untuk semester itu. Tak disangka, akhirnya saya masih dalam peringkat sepuluh besar dengan keadaan dan kondisi belajar yang kurang kondusif.

Akhirnya aku pun belajar dengan sungguh-sungguh dan giat di kelas 5 SD. Tak disangka, adaptasi yang ku lakukan cukup cepat dan aku mendapatkan peringkat kedua dan beasiswa di kelas 5 tersebut untuk kedua semester itu. Kondisi yang tak jauh berbeda pun terjadi di kelas 6, sehingga aku dapat membantu orangtuaku meringankan beban untuk kebutuhan sekolahku.

Setelah aku duduk di bangku SMP, aku pun tetap mendapatkan peringkat tiga besar di sekolahku. Tak jarang aku mendapatkan peringkat pertama dan beasiswa, dan hal itu cukup menyemangatiku untuk terus berjuang di jenjang selanjutnya.

Tetapi benar kata orang-orang, jika kita berhasil dan sukses, pasti ada saja yang tidak menyukainya dan selalu berusaha untuk menjatuhkan kita. Hal tersebut juga terjadi pada saya untuk beberapa kali saat saya masih berada dalam posisi jaya saya, yaitu dengan nilai yang cukup memuaskan dan memperoleh peringkat pertama. Sering kali teman saya berbuat curang dan semacamnya untuk menjatuhkan saya, tak jarang saya dikalahkan oleh kecurangan-kecurangan yang mereka perbuat sehingga saya kesal, namun ibu saya selalu berkata bahwa kita harus menunjukkan kebolehan dan kemampuan kita dengan cara yang baik, dengan jujur dan apa adanya. Karena untung-ruginya kita yang menanggung.

Kini saya pun duduk di bangku SMA, saya merasa cita-cita dan tujuan saya semakin dekat di depan mata. Saya berharap dengan segala kelebihan maupun kekurangan yang saya miliki saya dapat mencapai cita-cita saya ke depannya dengan baik dan sesuai dengan rencana yang telah disediakan oleh Tuhan untuk saya. Karena seindah-indahnya rencana manusia, tetaplah rencana Tuhan lebih indah dibandingkan dengan rencana kita. 

Saya berharap saya dapat bersekolah dengan baik dan lancar sehingga saya dapat memperoleh peringkat yang baik dan mendapat beasiswa. Saya ingin bersekolah di fakultas bioteknologi farmasi atau pangan agar saya dapat menciptakan dan menemukan obat-obatan terbaru dan makanan yang bergizi bagi seluruh makhluk hidup di dunia ini terutama manusia. Oleh karena itu saya ingin bersekolah sampai saya lulus S3 dan mendapatkan gelar professor, jika Tuhan berkenan.

Tuesday, 15 October 2013

Would You?

Kita akrab. Kita dekat. Kita selalu bersama. Kita adalah satu.
Aku selalu ada bagimu. Aku mencoba menjadi yang terbaik bagimu.
Kamu selalu ada bagiku. Mencoba menjadi yang terbaik. 
Canda, tawa, tangis, dan kesedihan kita lalui bersama. 
Meski kekecewaan silih melanda
Meski kita harus terpisah
Meski jarak memisahkan
Meski waktu membatasi
Aku ingin kita tetap bersama
Sahabat sejati tak akan pergi meninggalkan sahabatnya
Sahabat yang ia kasihi
Sahabat yang selalu berusaha ada baginya

Kini waktuku tinggal sebentar
Perih dan sakit rasanya
Mengetahui kenyataan ini
Aku harus bisa menerimanya
Bahwa kita akan terpisah
Mungkin kita tak akan bisa bersama lagi
Mungkin kita tidak akan bertemu lagi
Tapi salahkah aku
Jika aku meminta
Tuk selalu ingat aku
Saat ada maupun saat tiada

Semua kenangan yang kita lalui bersama
Semua memori yang tersisa
Semua orang yang datang silih berganti
Warnai dan temani hari-hari kita
Lagu ini ku lantunkan untukmu
Wahai para sahabat dan kawan dekatku
Semoga kalian tetap meningat diriku
Meskipun kita akan segera terpisah

"Kita cenderung menghitung apa yang hilang dalam diri kita. bukan yang tersisa. Tapi tak jarang juga orang cenderung melupakan teman yang jauh dan tak terlihat mata." - @ViDarmalim

"Tears In Heaven"

Would you know my name
If I saw you in heaven?
Would it be the same
If I saw you in heaven?

I must be strong
And carry on,
'Cause I know I don't belong
Here in heaven.

Would you hold my hand
If I saw you in heaven?
Would you help me stand
If I saw you in heaven?

I'll find my way
Through night and day,
'Cause I know I just can't stay
Here in heaven.

Time can bring you down,
Time can bend your knees.
Time can break your heart,
Have you begging please, begging please.

Beyond the door,
There's peace I'm sure,
And I know there'll be no more
Tears in heaven.

Would you know my name
If I saw you in heaven?
Would it be the same
If I saw you in heaven?

I must be strong
And carry on,
'Cause I know I don't belong
Here in heaven.

Monday, 14 October 2013

Dirimu Penuh Pesona~

Hai Kamu!

Aku hanya bisa mengagumi dari kejauhan
Aku hanya bisa menatap senyum manismu dari foto-foto
Aku hanya bisa memperbincangkanmu dengan canda tawa dengan kawanku
Aku hanya bisa tersenyum saat bersama dirimu

Ingin rasanya menatapmu dengan dekat
Berbincang denganmu secara langsung
Memuji betapa sempurnanya dirimu bagiku
Menertawakan banyak hal bersama

Rasanya memang tak wajar
Saat aku selalu ingin bersama dirimu
Rasanya memang sakit
Ketika mencintai tetapi tak dicintai
Rasanya memang aneh
Tatkala mencintai sahabat sendiri

Entah apa yang terjadi pada diriku
Tak henti-hentinya aku memikirkan dirimu
Kenangan singkat yang kita miliki
Lagu-lagu yang aku dengar
Puisi dan tulisan singkatku
Semua ku tujukan padamu

Apakah aku salah menginginkan dirimu
Untuk selalu bersama diriku
Sekarang dan selamanya?
Meski kita terpisah jarak
Meski kita tidak memiliki passion yang sama
Akankah kita bersatu?

Aku tak butuh status
Aku tak butuh memiliki dirimu
Aku tahu kita tak sepadan
Aku hanya ingin dirimu bersama diriku
Yang tak berdaya tanpa kehadiran dirimu

Tak mungkin ku katakan sejujurnya padamu
Lebih baik perasaan ini ku pendam dalam hati
Agar hanya aku yang dapat menikmati
Indahnya mencintai dirimu yang penuh kharisma
Yang t'lah curi hatiku

Aku takut kamu pergi
Aku takut kehilangan dirimu
Yang selama ini temani aku
Menaburkan benih-benih tawa dalam hidupku.

Will I be the one and the only?

Terkadang egois ga sih kalau kita ini mau selalu jadi yang utama dan pertama? Dalam segala hal dan segala prospek kehidupan. Yaa..disini gue mau cerita singkat aja.

Gue merupakan tipe orang yang perfectionism. Selalu mau didahulukan, diutamakan, dihormati, dihargai, dan yang terbaik. Gue lebih suka jadi orang yang mengatur segalanya dibanding diatur. Gue punya cara dan style gua sendiri. That's why, gue selalu mau jadi LEADER. Walaupun terkadang gue ga yakin sama ability gue untuk jadi seorang pemimpin yang baik. Gue merupakan seorang pemimpin yang tegas, kalau orang baru kenal gue, pasti gue dibilang galak dan jutek, apalagi cowok. Ga heran sih sebenernya. Karena gue udah biasa.
  1. Menjadi yang utama dan pertama, menjadi seseorang yang menonjol terkadang udah menjadi hal yang utama buat gue. Apalagi di dalam organisasi atau sebuah project atau tugas kelompok. Ga jauh-jauh tugas gue, leader dan organizer. Tapi hal yang belum terwujud sampai sekarang ini adalah :
  2. Menjadi seseorang yang terbaik dalam sebuah keluarga. Gua ga pernah puas dengan semua hasil kerja gua di dalam keluarga. Gua merasa masih sering ngecewain orang tua dan ade gua. Mungkin gua ga bisa jadi teladan tapi gua mau mencoba dan harus berhasil.
  3. Menjadi someone special, sebenernya "the best bestfriend" bagi temen-temen gua. Gua kenal banyak orang, gua deket sama banyak orang, tapi gua ga pernah merasa jadi yang terbaik bagi mereka. Entah karena gua sibuk atau apa, tapi gua pengen kalau sahabat atau temen gua butuh tempat curhat, gua yang dicari. Gua orang pertama yang mereka ceritakan semua cerita dan masalah yang mereka punya. Kalau perlu gausah ada orang lain lagi yang mereka ceritain selain gua. Gua pengen jadi the only one. Sounds very egoist. 
Andaikan temen gua bisa mengerti keinginan gua. Mungkin gua bakalan bahagia banget di tahun terakhir gua bareng sama mereka ini. Gua pengen dulu, sekarang, ke depannya, dan selamanya mereka selalu ada buat gua, dan gua akan selalu ada buat mereka. Gua sadar dan sangat sadar kalau gua egois, tapi keegoisan gua ini tercipta karena gua sayang sama mereka semua.
Mungkin lagu ini cocok buat semua sahabat gua yang belum mengutamakan gua :')



"The One"


I'll be the one

I guess you were lost when I met you
Still there were tears in your eyes
So out of trust and I knew
No more than mysteries and lies

There you are, wild and free
Reachin' out like you needed me
A helping hand to make it right
I am holding you all through the night

[Chorus:]
I'll be the one (I'll be the one)
Who will make all your sorrows undone
I'll be the light (I'll be the light)
When you feel like there's nowhere to run
I'll be the one

To hold you and make sure that you'll be alright
'Cause my faith is gone
And I want to take you from darkness to light

There you are, wild and free
Reachin' out like you needed me
A helping hand to make it right
I am holding you all through the night

[Chorus]

To hold you, and make sure that you'll be alright

You need me like I need you
We can share our dreams comin' true
I can show you what true love means
Just take me hand, baby please...

I'll be the one
I'll be the light
Where you can run
To make it alright
I'll be the one
I'll be the light
Where you can run

[Chorus]

I'll be the one
I'll be the light
Where you can run
To make it alright
I'll be the one
I'll be the light
Where you can run
To make it alright
I'll be the one

To hold you, and make sure that you'll be alright
I'll be the one

Jealous?

Today is the day which make me jealous most - I guest.

Just imagine. I found out people that were so lucky that they are able to shake hands with Sungha jung, take pictures with him, get his signatures, and have a short conversation with him. They even can watch his concerts. I do very jealous. But then I know someone who could tell me stories about him. Even it made me more jealous. But yet make me smile a lot. She told me about how he came, how he hugged her, and many more. I love you Sungha Jung.♡♥♡♥♡

The other stories of jealousy. I dont know why I'm so jealous if my friends had another close friends that care a lot more than me. That they can meet routinely. I felt that I'm useless. I'm nothing. And meaningless.
This night I saw a picture of "him" with his other bestfriend. And yesterday I saw his pictures with another best friends again. How could it be. I even don't have any of it. Actually I'm not sure that he thinks that I'm his bestfriend, but I don't care a lot. I just wanna have pictures tons of pictures with all my bestfriends. I wanna collect pictures and fun together. I wanna gather many things. If only I had the same passions with my bestfriends, such as kpop, dance, or theatre; I might have been the happiest person ever in this whole life.
Because based on what I observed, people get close and closer because the same passion that make them could gather a lot.

"Find your passion, find your friends. "

Sunday, 13 October 2013

Maybe It is The Last, But It is The Best

Beberapa hari yang lalu, gua ke sekolah temen gua. Bisa gua bilang dia udah gua anggep seperti koko sendiri, dan sahabat gua. Bisa dibilang dia cuma anggep gua temen biasa.
Gua seneng karena pas gua kesana bareng temen gua, gua ketemu banyak temen lama gua, ade kelas gua, teman baru, dan lainnya. Gua juga seneng karena gua bisa kenalan sama orang-orang baru. Tapi pada intinya, gua seneng ke sana karena semua temen gua. Mau yang masih inget kek, yang udah lupa, yang ga kenal, dan yang gua baru tau. Gua liat secara singkat kegiatan mereka. Gua juga banyak cerita sama temen gua, dan juga sebaliknya. Tapi pada dasarnya, gua cukup bahagia karena temen gua yang satu ini. Temen deket gua. Udah lama gua ga ngobrol akrab sama dia, biasanya hanya berupa chat biasa, atau telfonan, bahkan pertemuan singkat yang cukup membahagiakan gua.
Gua sadar, bahwa pertemuan kemarin berpotensi 90% menjadi pertemuan terakhir gua dengan teman-teman gua yang disana. Bisa juga menjadi saat terakhir gua ke tempat itu. Tapi pertemuan yang berlangsung lumayan singkat, yaitu sekitar satu setengah jam itu cukup berarti buat gua karena dengan begitu "dia" bisa banyak cerita dan ngenalin ke gua siapa aja orang-orang penting dalam hidup dia, yang dia peduliin. Yah walaupun itu bukan gua salah satunya, tapi gua bersyukur dia punya temen deket, dia punya orang yang disayangin, dan dia dipeduliin balik. Gua ngelihat betapa akrabnya mereka. Walaupun mereka different gender, tapi mereka terlihat baik satu dengan yang lainnya. Saling jailin dan masih banyak lagi. Hal ini bikin gua yakin kalau misalnya gua ninggalin dia tahun depan nanti, dia akan aman dan baik baik aja. Dia bakalan tetep ada yang jagain dan nemenin, dan orang-orang itu lebih baik dibandingkan gua.
Gua ga pernah merasa menjadi seseorang yang cukup berarti bagi dia. Gua ga pernah merasa banyak nolong dia. Malah selalu sebaliknya. Gua heran sama diri gua sendiri. Tapi yang gua inginin cuma satu, kebahagiaan untuk semua temen-temen gua.
Gua ga bisa jelasin betapa bahagia nya gua beberapa hari yang lalu dengan kata-kata. Tapi gua rasa, cukup gua sendiri aja yang tau betapa bahagianya gua, udah cukup.

Friday, October 11th, 2013.
The best friday ever this year. I thought.
I love my friends who colored my life.<3

Saturday, 12 October 2013

Shining Friends

"Shining Friends"


A little faith
Brightens a rainy day
Life is difficult you can go away
Don't hide yourself in a corner
You have my place to stay

Sorrow is gonna say goodbye
Opens up
You'll see the happy sunshine
Keep going on with your dream
Chasing tomorrow sunrise
The spirit can never die

Sun will shine, my friend
Won't let you cry, my dear
Seeing you she'd a tear, make my world disappear
You'll never be alone in darkness

See my smile, my friend
We are with you, holding hands
You have got to believe, you are my destiny
We're meant to be your friends
That's what a friend should be




From this song, we can learn that friends should support each other. Hold each other and be there for the one who needed. A real friend doesn't like their best friend cry or sad. They will try to support them and give their smiles and laughs back. They provide shoulders, provide anything for the best friends.

Remember, smile is the best way to throw away sadness. Smile is the best dress to wear. Smile is the best mask in the party. Smile because we are beautiful. and the last one "You never completely dressed without smile."

That's why smile is important. Protect your best friend, take care of them, especially their smile.

"That's Why (You Go Away)"

This song means a lot to me when I first heard it. I'm thinking of my best friends, my best friend's best friend, and my best friend's best friend's best friend.

Maybe s/he never thought that I am their best friends, but I thank God for giving them in my life even once. Even just for a while. and even we have to say goodbye. :'D

The lyrics explain my feelings much. When we know the one we care about is in troubles, get problems, and so on, but they don't wanna tell us. That's the biggest problem ever!

I think that I'm getting separated with my best friends, separated by distances, by new comers, school tasks, business, and many more.

We started the friendship together. Why should we end it up with tears? I just wanna leave with happiness, laughs, and smiles. With some memories about me. Even though it's silly but I just wanna them promise me when I go.

I don't mean and never meant to leave them. I just love them. and I WON'T FORGET EVERYTHING WE'VE DONE TOGETHER, WE'VE PASSED THROUGH. I WON'T. I PROMISE I WON'T.

I keep on hoping for their best, for my best. I don't wanna them leave me. Because being separated is the worst one.


"That's Why (You Go Away)"

Baby won't you tell me why there is sadness in your eyes
I don't wanna say goodbye to you
Love is one big illusion I should try to forget
But there is something left in my head

You're the one who set it up
Now you're the one to make it stop
I'm the one who's feeling lost right now
Now you want me to forget every little thing you said
But there is something left in my head

I won't forget the way you're kissing
The feelings so strong were lasting for so long
But I'm not the man your heart is missing
That's why you go away I know

You were never satisfied no matter how I tried
Now you wanna say goodbye to me
Love is one big illusion I should try to forget
But there is something left in my head

I won't forget the way you're kissing
The feelings so strong were lasting for so long
But I'm not the man your heart is missing
That's why you go away I know

Sitting here all alone in the middle of nowhere
Don't know which way to go
There ain't so much to say now between us
There ain't so much for you
There ain't so much for me anymore

I won't forget the way you're kissing
The feelings so strong were lasting for so long
But I'm not the man your heart is missing
That's why you go away I know
That's why you go away I know......

Sunday, 6 October 2013

The Power of Smile

Hal terindah di dunia ini adalah ketika melihat orang yang kita kasihi dan kita sayangi tertawa, senyum, dan berbahagia.
Namun tak jarang ada orang yang tak senang melihat orang lain berbahagia dengan berbagai alasan. Mungkin karena orang itu cemburu, iri, dan semacamnya. Tapi tak jarang juga ada orang yang berusaha sekuat tenaga untuk membahagiakan orang yang mereka sayangi.
Mereka akan mengorbankan waktu mereka untuk menemani orang yang mereka kasihi agar mereka tau apa yang sedang dirasakan oleh orang yang mereka kasihi itu.
Mereka akan mengorbankan harga diri mereka hanya demi melihat senyuman indah di wajah orang yang mereka kasihi.
Mereka rela mengkamuflase segala bahasa tubuh dan bahasa lainnya untuk menunjukkan betapa mereka menyayangi orang orang itu tanpa orang itu menyadarinya.
Mereka juga rela mempekerjakan otak mereka lebih berat untuk memikirkan cara cara agar dapat membuat orang yang mereka kasihi tertawa.
Mereka berjuang keras. Sangat keras.
Bahkan tak jarang dari mereka yang rela mengurangi waktu bersama kerabatnya hanya demi seuntai senyum manis dari seorang yang mereka kasihi.
Mereka memang terlihat bodoh karena mengorbankan semuanya hanya demi sebuah senyuman. Tapi justru karena sebuah senyuman itulah yang mengubah segalanya.
Senyuman itu yang membahagiakan orang itu.
Senyuman itu juga dapat menyemangati orang itu.
Senyuman itulah yang mengubah segala kelelahan dan kepenatan hidup menjadi semangat.
Senyuman itu yang membuat otak bekerja lebih cepat dan memunculkan berbagai ide baru.
Senyuman itu juga yang mengubah kesedihan menjadi kebahagiaan.
Itulah kekuatan senyuman. Terutama senyuman dari orang orang yang kita kasihi. Tersenyumlah terus agar mereka yang mengasihimu dapat tersenyum dan berbahagia kembali.
"Smile. Because you are beautiful."